RI Mau Impor Beras, Bos Bulog: Belum Tentu Kami Laksanakan!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
15 March 2021 13:07
Pekerja mengangkut beras milik Perum Bulog di kawasan Kelapa gading, Jakarta, Senin (30/11/2020). Kementan kembali memastikan meski tengah dilanda pandemi Covid-19 pasokan beras hingga akhir tahun masih ada stok sebanyak 1,05 juta ton. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah mengimpor beras 1 juta ton mendapat tanggapan dari Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Pria yang biasa dipanggil Buwas ini menegaskan tidak akan sepenuhnya ikut kebijakan pemerintah tersebut, pasalnya ada pertaruhan harga gabah di tingkat petani yang bakal anjlok saat musim panen.

"Kalau pun kami mendapatkan tugas impor 1 juta ton, belum tentu kami laksanakan, karena kami tetap memprioritaskan produk dalam negeri yang sekarang masa panen raya sampai bulan April," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Senin (15/3/21).

Saat ini memang menjadi masa puncak panen raya hingga satu bulan mendatang. Berbeda dengan tahun lalu yang mengalami kemunduran hingga terjadi pada bulan April-Mei 2020. Karenanya, ada potensi hasil panen menjadi jauh lebih besar dibanding saat ini.


Adapun stok beras di gudang Bulog mencapai 883.575 ton dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 859.877 ton dan beras komersial sebesar 23.706 ton. Meski ada penyerapan di dua bulan ini, yakni Maret dan April, namun cadangan beras masih melimpah yakni di atas 1 juta ton setelah memasuki panen raya.

"Prinsipnya kami utamakan petani dalam negeri untuk CBP," sebut Buwas.

Dorongan untuk meninjau ulang rencana impor 1 juta ton juga datang dari Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. Jika sampai terjadi, ada kekhawatiran hasil panen raya dari dalam negeri tidak terserap, akibatnya harga jatuh dan petani mengalami kerugian yang berlipat.

"Dengan kata lain perihal impor beras kita tinjau kembali ya, karena melihat cadangan CBP sudah 1 juta ton di Maret-April," papar Sudin.

Sebelumnya pemerintah mengumumkan soal penting penyediaan beras dengan stok 1-1,5 juta ton termasuk melalui impor dalam waktu dekat ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan itu dilakukan demi menjaga ketersediaan stok di dalam negeri supaya harganya tetap terkendali.

"Salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1 juta -1,5 juta ton," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading