Internasional

Geger 12 Drone & Rudal Serang 'Jantung' Minyak Arab Saudi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
09 March 2021 07:00
Sebuah drone kembali menyerang Arab Saudi. Kali ini, pesawat itu menyerang pelabuhan minyak. (AP/Hani Mohammed)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan rudal dan drone terjadi di Arab Saudi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 drone dan dua rudal mengepung 'jantung' industri minyak di bagian timur negara itu, Minggu (7/3/2021).

Pemberontak Huthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab. Milisi yang diklaim didanai Iran itu, mengakui telah menembakkan drone dan rudal ke Ras Tanura, pelabuhan minyak terbesar dunia, dan Dammam, yang dekat dengan fasilitas minyak BUMN Saudi, Saudi Aramco, Dhahran.


Ini menjadi eskalasi baru dalam konflik enam tahun terakhir antara kelompok pemberontak Huthi di Yaman dengan Arab Saudi. Serangan terjadi ketika koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengebom ibu kota Sanaa, Yaman yang dikuasai Huthi setelah mencegat drone dan rudal lintas batas milik yang lebih dulu menyerbu negeri Raja Salman.

Beruntung serangan itu tidak menimbulkan korban atau kerusakan. Namun serpihan rudal di Dhahran disebut jatuh di pemukiman perumahan pekerja Saudi Aramco, yang ditinggali beragam staff dari multi kewarganegaraan.

Ras Tanura sendiri adalah terminal minyak terbesar di dunia. Ada sekitar 6,5 juta barel minyal yang diekspor per hari atau hampir 7% dari permintaan minyak.

Dengan demikian salah satu instalasi paling terlindungi di dunia. Pelabuhan tersebut memiliki tangki penyimpanan besar tempat minyak mentah disimpan sebelum dipompa ke kapal tanker super.

Akibatnya kemarin harga minyak dunia Brent mengalami kenaikan hingga 2%. Satu barel kini menjadi US$ 70,82, tertinggi sejak Mei 2019.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan kerajaan mengutuk sabotase musuh yang terjadi berulang-ulang. Kerajaan meminta negara dunia, kata dia, berdiri melawan serangan yang ditujukan ke objek vital dan sipil.

"Tindakan sabotase semacam itu tidak hanya menargetkan Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga keamanan dan stabilitas pasokan energi ke dunia, dan karenanya, ekonomi global," katanya dikutip dari Saudi Gazette.

"Mereka mempengaruhi keamanan ekspor minyak bumi, kebebasan perdagangan dunia, dan lalu lintas laut."

Sementara itu, AS menyampaikan 'alarm' ke Arab Saudi. Negara yang kini dipimpin Joe Biden itu meminta kewaspadaan tinggi terhadap serangan Huthi yang menyasar jantung industri minyak kerajaan itu.

"Kami khawatir dengan frekuensi serangan Huthi di Arab Saudi. Meningkatnya serangan seperti ini bukanlah tindakan kelompok yang serius tentang perdamaian," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki Senin (8/3/2021) waktu AS dikutip Reuters.

"Kami memahami bahwa mereka (Arab Saudi) menghadapi ancaman keamanan dari Yaman dan lainnya di kawasan ... Kami akan mencari cara untuk meningkatkan dukungan bagi kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan wilayahnya dari ancaman."

Sementara itu, Senin, rudal balistik dan drone juga dikabarkan kembali mencoba menyerang wilayah selatan Arab Saudi. Huthi mengaku salah satu peledak yang dilemparkan telah menghantam militer Arab Saudi di perbatasan Yaman, tepatnya di bandara Abha.

HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading