Bukan AS Lagi, China yang Bakal Jadi Penguasa Laut Dunia?

News - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
06 March 2021 13:45
A new type 094A Jin-class nuclear submarine Long March 10 of the Chinese People's Liberation Army (PLA) Navy participates in a naval parade to commemorate the 70th anniversary of the founding of China's PLA Navy in the sea near Qingdao in eastern China's Shandong province, Tuesday, April 23, 2019. (AP Photo/Mark Schiefelbein, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di Tengah memanasnya konflik Laut China Selatan, Xi Jinping kembali membuat dunia internasional terkejut dengan rencana penambahan jumlah kapal angkatan laut yang diprediksi mencapai lebih dari 360 pada akhir 2020.

Sementara itu, disaat yang sama Amerika Serikat juga akan melakukan strategi penambahan jumlah kapal angkatan laut mencapai 297 hingga 355 buah.

Seperti yang dilansir dari CNN Internasional, jumlah angkatan laut China diprediksi akan melampaui kekuatan angkatan laut Amerika Serikat. Jika dilihat sejak 2015 silam, China memang telah membangun kekuatan militer angkatan laut mereka secara besar-besaran.


Berdasarkan data dari US Office of Naval Intelligence (ONI), lima tahun lalu China hanya memiliki 255 kapal perang angkatan laut, namun di akhir tahun 2020 angka ini bertambah secara signifikan mencapai 360 buah kapal.

Melihat angka tersebut China diprediksi juga akan memiliki kapal perang angkatan laut berjumlah 400 buah kapal pada 2025 mendatang. Dengan demikian, hanya dalam satu dekade China dapat menjadi negara dengan komando angkatan laut terbesar di dunia.

Saat ini china juga tengah membangun kekuatan militernya dengan menambah jumlah kapal selam, kapal induk, jet tempur, kapal amfibi, misil nuklir balistik, serta kapal pemecah es yang memiliki kekuatan yang mengerikan. Sejumlah kekuatan militer tersebut diprediksi akan memiliki kekuatan yang sama dengan Amerika Serikat, bahkan bisa jadi lebih kuat.

Meski demikian, perkembangan kemampuan militer angkatan laut Amerika Serikat saat ini masih belum bisa diprediksi, karena bagaimanapun dari sisi jumlah personel, Angkatan Laut milik negeri paman sam masih jauh lebih besar. Saat ini jumlah personel angkatan laut milik AS berjumlah 330.000 personil, jauh lebih banyak dibanding China yang memiliki 250 personel aktif.

Peralatan militer AS juga masih unggul dari berbagai hal, seperti memiliki kapal bersenjata yang lebih besar dan lebih berat, seperti kapal penjelajah berpeluru kendali yang memiliki kemampuan lebih unggul dari kapal milik China. Amerika Juga memiliki 9000 sel rudal peluncuran vertikal dimana China hanya memiliki 8000 buah.

Menurut Nick Child, seorang analis pertahanan, Amerika masih lebih unggul karena memiliki 50 buah kapal selam yang memiliki kekuatan nuklir yang memiliki daya jangkau serta daya tahan yang signifikan.

Sedangkan saat ini China memiliki 62 kapal selam, namun hanya tujuh yang memiliki kekuatan nuklir. Namun, menurut Nick, keunggulan yang dimiliki oleh China terletak pada patroli dan kemampuan menyisir kawasan.

Banyaknya kapal kecil yang dimiliki oleh China, serta jumlah milisi maritime yang ada bisa mengganggu ketentraman Washington yang saat ini tengah bergelut dengan masalah Pandemi. Bahkan, China yang berencana menaikkan anggaran militernya menjadi 6,8 persen bisa membuat Amerika Serikat semakin kebakaran jenggot.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading