Cashflow Gak Kuat, Pengusaha Ini Curhat di Depan Sri Mulyani

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
04 March 2021 19:10
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konfrensi Pers APBN KiTa ( Tangkapan Layar Youtube Ministry of Finance Republic of Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S Lukman, meminta Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, untuk memperpanjang seluruh insentif bagi perusahaan makanan dan minuman. Salah satunya relaksasi penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 penjualan makanan dan minuman turun drastis sehingga banyak perusahaan yang tidak bisa membayarkan iuran BP Jamsostek karyawannya.

"Mohon kalau bisa BPJS TK relaksasinya diperpanjang karena ini perusahaan-perusahaan masih banyak yang struggling untuk cashflow," ujarnya dalam Rakernas Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021).


"Prinsipnya kami akan tetap bayar, namun mungkin ditunda dan ini mohon dukungan Ibu, sebab Januari kemarin kami menerima surat cinta bahwa relaksasi dihentikan," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti BP Jamsostek hingga Kementerian Ketenagakerjaan terkait kebijakan tersebut.

"Untuk BPJS TK, nanti saya cek Pak, sebab terus terang saya belum lihat dengan kepengurusan yang baru," jelasnya.

Namun, ia memastikan akan tetap mendukung jika kebijakan tersebut bisa membantu industri makanan dan minuman. Apalagi industri makanan dan minuman berkontribusi cukup besar bagi perekonomian Indonesia melalui konsumsi masyarakat.

"Saya akan mendukung jika industri akan pulih bener. Jadi semua bisa dinormalisir apalagi jika sifatnya penundaan, atau diberikan mekanisme membuat cashflow perusahaan lebih kuat. Nanti saya akan cek Pak," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading