Pertamina Alokasikan Rp 630 T buat Akuisisi Lapangan Migas

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 March 2021 14:55
PHE WMO operasikan kembali anjungan PHE 12. (Dok. Pertamina Hulu Energi)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) akan mengalokasikan anggaran investasi mencapai US$ 45 miliar atau sekitar Rp 630 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) untuk merger dan akuisisi lapangan minyak dan gas sampai 2024 mendatang.

Jumlah tersebut mencapai 70% dari rencana investasi di sektor hulu migas Pertamina yang sebesar US$ 64 miliar atau sekitar Rp 896 triliun hingga 2024.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini.


"Kami sangat terbuka untuk strategic partnership. Di upstream (hulu migas), alokasi untuk merger dan akuisisi mencapai US$ 45 miliar dan tidak menutup kemungkinan juga deploy (menyebarkan) capex," ujarnya dalam webinar 'Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund', Kamis (04/03/2021).

Dia mengatakan, aktivitas merger dan akuisisi ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Perseroan pun menurutnya terbuka dengan calon mitra strategis yang bisa membawa teknologi, pasar, dan pengetahuan untuk proyek-proyek strategis.

Dari anggaran US$ 64 miliar untuk hulu migas tersebut, selain 70% untuk merger dan akuisisi, dia mengatakan, selebihnya dialokasikan untuk kegiatan organik US$ 14 miliar dan non organik US$ 5 miliar.

Dia mengatakan, ke depannya Pertamina agresif dalam berinvestasi, salah satunya untuk mengejar aspirasi pemegang saham agar perseroan bisa mencapai nilai perusahaan hingga US$ 100 miliar pada 2024.

"Kalau dilakukan secara tradisional Pertamina selama ini, mustahil capai terobosan. Dari sisi policy dan partnership dan stakeholder akan sangat menentukan keberhasilan aspirasi pemegang saham jadi 100 miliar dolar enterprise value di 2024," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading