Bencana di mana-mana, Bos BNPB Serukan Sinergi Semua Lembaga

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
03 March 2021 17:00
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo memberikan keterangan pers mengenai kedatangan vaksin Covid-19 Tahap Ketiga, Bandara Soekarno Hatta, 12 Januari 2021. (tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan Indonesia termasuk 35 negara dengan potensi bencana tertinggi di dunia, sehingga diperlukan upaya bersama dalam mitigasinya.

Dia mengungkapkan seluruh instansi pemerintah dari pusat, daerah, hingga seluruh lapisan masyarakat harus bersinergi melakukan upaya pencegahan dan mitigasi bencana.

"Sesuai arahan Presiden, menangani bencana tidak bisa sendirian mulai dari mitigasi bencana, pembangunan yang mengurangi risiko bencana, memperkuat sistem peringatan dini, dan upaya lainnya," kata Doni, dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (03/03/2021).


Dia menambahkan adanya revisi UU nomor 24/2007 tentang penanggulangan bencana untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana ke depannya. BNPB mencatat dalam satu tahun terjadi 3.253 bencana alam yang dialami Indonesia, artinya rata-rata ada 9 bencana yang terjadi setiap harinya.

Tingginya jumlah bencana alam di Indonesia membuat tingginya kerugian negara dan menimbulkan korban jiwa. Dalam 10 tahun terakhir jumlah korban jiwa akibat bencana mencapai 1.183 orang.

Bahkan, Kementerian Keuangan mencatat setiap tahunnya Indonesia mengalami kerugian senilai Rp 22,8 triliun. Doni menyebutkan bencana yang terjadi di Indonesia meliputi gempa, tsunami, kebakaran hutan, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung.

Selain itu, saat ini Indonesia juga tengah menghadapi pandemi Covid-19 dan berupaya mengurangi risiko kematian, meningkatkan kesembuhan dan memutus rantai penyebaran. Dia menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang membuktikan pengendalian Covid-19 bisa paralel dengan upaya menjaga kegiatan sosial ekonomi berjalan, masyarakat bisa tidak terpapar covid-19 dan tidak terkena PHK.

Dia menegaskan momentum bencana Covid-19 juga menjadi kesempatan evaluasi dalam penanganan bencana di Indonesia.

"Kita harus optimis bahwa semua kebijakan yang diarahkan akan membawa bangsa Indonesia keluar dari masalah kesehatan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading