Internasional

Dicolok dari Belakang, Jepang Minta China Setop Swab Anal

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
02 March 2021 13:28
A medical staff takes a swab from a woman as residents line up for the COVID-19 test near the residential area in Qingdao in east China's Shandong province, Monday, Oct. 12, 2020. China's government says all 9 million people in the eastern city of Qingdao will be tested for the coronavirus this week after nine cases linked to a hospital were found. The announcement Monday broke a string of weeks without any locally transmitted infections reported in China. (Chinatopix via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang telah meminta China untuk berhenti melakukan tes usap dubur untuk Covid-19 pada warganya. Menurut juru bicara pemerintah, prosedur tersebut menyebabkan rasa sakit psikologis, Senin (1/3/2021).

Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan Tokyo belum menerima tanggapan bahwa Beijing untuk mengubah prosedur uji test tersebut. Jadi Jepang akan terus meminta China untuk mengubah cara pengujian.


"Beberapa orang Jepang melaporkan ke kedutaan kami di China bahwa mereka menerima tes usap dubur, yang menyebabkan rasa sakit psikologis yang hebat," kata Kato dalam konferensi pers dikutip dari Reuters, Selasa (2/3/2021).

Kendati demikian, dia tidak tahu berapa banyak warga Jepang yang menerima tes virus corona seperti itu.

Beberapa kota di China memang menggunakan sampel yang diambil dari anus untuk mendeteksi potensi infeksi Covid-19. Ini terjadi saat negeri itu meningkatkan skrining untuk memastikan tidak ada pembawa potensial virus corona yang terlewat.

Kementerian Luar Negeri China membantah bulan lalu bahwa diplomat AS di negara itu diminta untuk melakukan tes usap dubur untuk tes Covid-19. Ini menyusul laporan media bahwa beberapa mengeluh tentang prosedur tersebut.

Sebelumnya, dari ABC News, metode swab anal pertama kali dikabarkan media televisi lokal Central Chinese Television (CCTV). Cara kerjanya dengan memasukkan alat berujung kapas sekitar 1-2 inci ke dalam anal, kemudian sampelnya dibawa ke laboratorium untuk diuji.

Associate Director Beijing You'an Hospital Li Tongzeng mengatakan swab test via anal bisa meningkatkan deteksi terhadap orang terinfeksi karena jejak virus bertahan lebih lama di anus daripada di saluran pernafasan. Ini bisa mengurangi diagnosis yang terlewatkan.

Li membenarkan swab anak tak senyaman usap oral. Namun alat ini hanya akan digunakan pada orang yang dikarantina di pusat penularan Covid-19 China.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading