Tunangan Khashoggi Minta Putra Mahkota MBS Dihukum

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 March 2021 17:43
FILE PHOTO: Saudi Arabia's Crown Prince Mohammed bin Salman attends the opening of the G20 leaders summit in Buenos Aires, Argentina November 30, 2018. REUTERS/Sergio Moraes/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Ahmad Khashoggi kembali mencuat. Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dihukum atas pembunuhan kolumnis The Washington Post tersebut.

"Sangat penting bahwa Putra Mahkota yang memerintahkan pembunuhan brutal terhadap orang yang tidak bersalah dan harus dihukum tanpa penundaan," kata Cengiz dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun Twitter resminya pada Senin (1/3/2021).

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan merilis laporan intelijen AS yang tidak diklasifikasikan mengenai kematian Khashoggi pada Kamis (25/2/2021) lalu.


CNBC International menuliskan empat orang pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan, laporan intelijen tersebut menemukan bahwa Putra Mahkota Saudi MBS benar menyetujui pembunuhan Khashoggi pada 2018 lalu.

Mereka, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa laporan intelijen AS yang tidak diklasifikasikan, di mana CIA adalah kontributor utamanya, menilai bahwa Putra Mahkota menyetujui dan kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi, yang telah menggunakan kolom Washington Post untuk mengkritik kebijakan Putra Mahkota.

Versi rahasia dari laporan itu bahkan telah diberikan pengarahan ke Kongres pada akhir 2018. Namun pemerintahan Presiden Donald Trump saat itu menolak tuntutan anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia untuk merilis versi yang tidak diklasifikasikan. Ia berusaha untuk menjaga kerja sama di tengah meningkatnya ketegangan dengan saingan regional Riyadh, Iran, dan mempromosikan penjualan senjata AS ke kerajaan.

Khashoggi (59) disebutkan dibujuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dan dibunuh oleh tim operasi yang terkait dengan Putra Mahkota, yakni penguasa de facto kerajaan saat ini. Mereka kemudian memotong-motong tubuhnya, sehingga jenazahnya tidak pernah ditemukan.

Riyadh akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam operasi ekstradisi "nakal" yang tidak beres, tetapi pihaknya membantah keterlibatan apa pun oleh Putra Mahkota. Lima pria yang dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tersebut diringankan menjadi 20 tahun penjara setelah diampuni oleh keluarga Khashoggi.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading