PNS Jangan Khawatir! Gaji, THR & Tunjangan Full di 2021

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 February 2021 07:38
Upacara PNS di Pulau Reklamasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun ini para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak perlu lagi mengkhawatirkan penerimaan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak penuh. Pasalnya pemerintah telah berkomitmen untuk membayarkan gajinya full, setelah lalu terpaksa dipotong akibat adanya pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan kedua insentif untuk PNS ini akan kembali ke kondisi normal seperti pada tahun-tahun sebelum terjadi pandemi Covid-19. "Direncanakan pemberian THR dan Gaji ke-13 dalam tahun 2021 secara full," kata dia kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.


Dia menyebut anggaran telah dimasukkan dalam APBN 2021 sehingga diharapkan bisa membantu para PNS untuk tetap melakukan belanja. Namun demikian masih ada kemungkinan sebelum waktu pencairannya ini dilangsungkan sebab masih menunggu kondisi APBN dalam rangka penanganan Covid-19.

"Saat ini rencananya sama dengan kebijakan sebelum Covid-19. Nanti akan dilakukan monitoring implementasinya di 2021, sebelum dilaksanakan," jelas dia.

Untuk diketahui, gaji ke-13 para PNS dan pensiunan biasanya dibayarkan menjelang pergantian tahun ajaran baru atau pada kisaran bulan Juli. Sedangkan THR pada praktik lazimnya dicairkan paling lambat 10 hari kerja sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Untuk pencairannya akan menggunakan peraturan pemerintah. Besaran THR dan gaji ke-13 yang diterima oleh para PNS ini ditentukan berdasarkan komponen yakni gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 tahun 2019 tentang gaji PNS, gaji yang diterima PNS dikategorikan dengan beberapa golongan. Yakni dari yang masa kerja terendah hingga masa kerja tertinggi.

Untuk PNS golongan I masa kerja 0 tahun, menerima gaji Rp 1,56 juta per bulan. Sementara PNS golongan IV masa kerja 32 tahun, menerima gaji hingga Rp 5,9 juta.

Dalam simulasi yang dibuat oleh CNBC Indonesia, tunjangan kinerja yang diterima untuk jabatan terendah seperti pelaksana akan sebesar Rp 5,36 juta. Sementara itu, tunjangan kinerja tertinggi untuk jabatan tertinggi yakni Eselon I menerima Rp 117,3 juta.

Artinya, gaji ke-13 yang diterima PNS dengan menggabungkan gaji pokok dan tunjangan kinerja untuk jabatan terendah mencapai Rp 6,92 juta. Sementara untuk jabatan tertinggi, bisa mencapai Rp 123,2 juta.

Besaran gaji ke-13 yang diterima PNS di atas belum mencakup tunjangan-tunjangan lainnya yang dimasukkan dalam komponen gaji ke-13, seperti tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan atau umum.

Namun, perlu dicatat bahwa tunjangan kinerja yang diterima PNS Direktorat Jenderal Pajak memiliki dasar penghitungan baru yakni memperhatikan Nilai Kinerja Pegawai (NKP), prestasi kerja, dan kontribusi pegawai. Artinya, tidak semua PNS Pajak mendapatkan tunjangan kinerja yang sama.

Hal ini dikarenakan basis penghitungan yang digunakan untuk pemberian tunjangan kinerja berdasarkan kinerja masing-masing PNS. Sebagai catatan, simulasi yang dilakukan hanya mengacu pada satu instansi. Setiap kementerian lembaga memiliki dasar sendiri dalam menentukan tunjangan kinerja bagi para pegawainya.

Golongan Penerima
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading