Trump Disebut 'Ngemplang' Pajak Saat Jadi Presiden

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
25 February 2021 17:45
INFOGRAFIS, Setelah Lengser Trump Terancam Dipenjara sampai hukuman mati

Jakarta, CNBC Indonesia - Meski tidak menjabat lagi sebagai Presiden, figur Donald Trump masih menjadi perbincangan publik. Yang terbaru, Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) menjatuhkan keputusan yang akan memaksa Trump untuk menyerahkan pengembalian pajaknya kepada jaksa di New York.

Dilansir Independent, salah satu lembaga yang bernama Citizens for Responsibility and Ethics di Washington (CREW) merilis sebuah penelitian mengejutkan mengenai pendapatan Trump yang tidak dibayarkan pajaknya saat menjadi Presiden.

Dalam penyelidikan itu Donald Trump disebutkan menghasilkan sebanyak US$ 1,6 miliar (Rp 22 triliun) dari bisnisnya selama empat tahun menjadi presiden. Namun tidak pernah dilaporkan kepada otoritas pajak.


Lebih lanjut pendapatan ini jauh lebih besar dibanding gajinya sebagai presiden yang diklaim telah disumbangkan kepada rakyat.

Laporan penyelidikan itu menyebut bahwa sebagian besar pendapatan Trump berasal dari gurita bisnis properti yang lebih terkenal yang dimilikinya seperti Mar-a-Lago, The Trump International Hotel di Washington, DC, dan lapangan golfnya di Doral di Florida , Bedminster di New Jersey, dan Trump National di Virginia.

Selama jadi Presiden, Trump diketahui juga sering menyambangi tempat-tempat itu.

Jika digabungkan, mereka dilaporkan menghasilkan lebih dari US$ 620 juta (Rp 8,6 triliun) dalam empat tahun.

Trump diketahui menghilang pasca dirinya digantikan oleh penerus sekaligus rivalnya Joe Biden. Trump yang beberapa kali menyebut Biden melakukan kecurangan masih pada pemilu November 2020 lalu yang membawanya dalam jurang kekalahan. Diketahui saat ini Presiden yang juga raja properti itu berdiam diri di salah satu asetnya di Florida.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading