Jokowi: No One Is Safe Until Everyone Is!

News - Chandra Asmara, CNBC Indonesia
24 February 2021 08:52
Presiden RI Jokowi Rayakan Imlek RI (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko WIdodo (Jokowi) menegaskan, dunia tidak bisa begitu saja terbebas dari pandemi Covid-19 selama masih ada satu negara yang terinfeksi.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam International Conference on Tackling The Covid-19 Pandemic, yang disiarkan secara virtual, seperti dikutip Rabu (24/2/2021).

"Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya," kata Jokowi.

Jokowi mengutarakan, dunia telah menghadapi pandemi selama 1 tahun lamanya. Dalam periode tersebut, sebanyak 110 juta orang terdampak dan hampir 2,5 juta orang harus kehilangan nyawa akibat virus ini.



"Dari hari ke hari, kita dan dunia belajar untuk memahami virus ini dan membuat kebijakan-kebijakan terbaik untuk mengatasinya," jelasnya.

Selama periode tersebut, pemerintah terus berupaya mengatasi dampak sosial ekonomi dari pandemi. Apalagi, dampak sosial ekonomi ini sudah dirasakan semua negara, tak terkecuali Indonesia.

"Masing-masing negara pasti sudah melakukan segala upaya untuk menanggulangi krisis ini. Namun, lebih dari itu kita harus merancang secara akurat, secara lebih detail apa yang harus kita lakukan bersama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia."



Jokowi menegaskan, dalam situasi pandemi seluruh negara perlu meningkatkan kerja sama. Selain itu, masing-masing internal negara juga perlu meningkatkan spirit kerja sama.

"Spirit kerja sama perlu ditekankan karena no one is safe until everyone is," tegas Jokowi.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading