Holding BUMN Geothermal Jadi Dibentuk? Ini Kata ESDM

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
22 February 2021 14:02

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding BUMN Panas Bumi atau geothermal. Tiga BUMN direncanakan akan bergabung untuk menggarap sektor panas bumi, antara lain PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT PLN Gas & Geothermal dan PT Geo Dipa Energi (Persero).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana angkat bicara mengenai rencana pembentukan holding BUMN Panas Bumi ini.


Dia menyebut isu holding ini adalah isu korporasi yang ranahnya ada di Kementerian BUMN. Dia mengaku, pihaknya belum pernah diajak berdiskusi mengenai rencana pembentukan holding ini oleh Kementerian BUMN.

"Menurut saya isu holding (BUMN Geothermal), isu korporasi, ada di Kementerian BUMN. Saya sendiri belum pernah diskusi secara khusus diajak Pak Menteri atau Kementerian BUMN," paparnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (22/02/2021).

Namun demikian, menurutnya dari pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpandangan bahwa panas bumi ini menjadi salah satu primadona di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Oleh karena itu, dia berharap, isu pembentukan Holding BUMN Panas Bumi ini tidak menghentikan sejumlah proyek panas bumi yang kini sedang dikerjakan pengembang.

"Kami dari ESDM, karena panas bumi salah satu primadona EBT dalam negeri, potensi luas, jangan sampai isu holding ini hold (menahan) upaya panas bumi," paparnya.

Holding ini nantinya akan diisi oleh tiga BUMN yang selama ini menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP), antara lain PT Pertamina Geothermal Energy, PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Gas & Geothermal.

Menurutnya, ketiga perusahaan di sektor panas bumi ini kini sedang mengerjakan sejumlah proyek panas bumi. Bila ini digabung menjadi satu BUMN, maka diperkirakan total kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dari ketiga perusahaan ini digabung menjadi satu.

"Ada beberapa projek akan segera commercial operation date (COD), segera diluncurkan dari tiga BUMN ini. Kalau bisa jadi holding operasional atau gimana, saya melihat ini penggabungan dari kapasitas dan sumber daya yang ada di masing-masing BUMN," ungkapnya.

Dadan menyebut, jika tiga BUMN ini telah bergabung, maka akan terjadi sinergi yang lebih optimal, sehingga diharapkan terjadi percepatan proyek PLTP.

"Kalau digabung, sinergi secara lebih optimal, tidak akan hilang tiga BUMN-nya. Akan terjadi penguatan, maka percepatan akan terjadi juga," ujarnya.

Rencana pembentukan Holding BUMN Geothermal ini diketahui sudah ada sejak 2016 silam, namun hingga kini rencana tersebut belum juga terwujud. Wacana tersebut diungkapkan kembali oleh Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Meirijal Nur.

"Dalam minggu kemarin dapat wacana diskusi rencana penggabungan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang geothermal, dan dinamikanya terjadi terus dalam waktu belakangan ini," jelas Meirijal Nur dalam sebuah webinar, Kamis (28/1/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading