Internasional

Awas! Mutan Baru Covid Muncul Lagi di Inggris, Kebal Vaksin?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 February 2021 13:41
Pandemi Covid-19 di China. (AP/Lee Jin-man)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona yang menyebabkan Covid-19 makin bermutasi. Kali ini, sebuah varian baru kembali ditemukan di Inggris.

Melansir The Guardian, varian ini dikenal dengan B1525. Mutasi pertama kali diungkapkan penelitian Universitas of Edinburg dan terdeteksi di 10 negara, termasuk Denmark, Australia dan Amerika Serikat (AS).


Tim tersebut mengatakan varian ini memiliki kesamaan genom dengan varian asal Inggris lainnya, B117. Ia juga mengandung sejumlah unsur mutasi dari strain Afrika Selatan E484K.

Mutasi terbaru ini membawa kekhawatiran mengenai penyebaran virus ini ke depan. Saat ini kantor otoritas kesehatan Inggris, PHE, sedang memantau langsung perkembangan strain baru tersebut.

Meski demikian belum diketahui apakah mutasi menyebabkan gejala yang lebih parah atau makin mempercepat penularan. Sebagaimana diketahui, B117 menularkan corona 70% lebih cepat sementara E484K rentan menyerang kelompok muda dengan gejala lebih berat.

Dr Simon Clarke seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading menyarankan agar ilmuwan mempelajari lebih lanjut mengenai varian asal Afsel untuk memecahkan B1525. Mengingat virus ini membawa unsur mutasi E484K.

"Saya pikir sampai kita tahu lebih banyak tentang varian ini, setiap varian yang membawa E484K harus menjalani uji lonjakan. Karena tampaknya memberikan kebal ke antibodi, bagaimanapun itu yang dihasilkan," katanya.

Dalam sebuah penelitian di Afsel, vaksin AstraZeneca dikatakan memiliki kemanjuran rendah melawan jenis ini. Vaksin pada dasarnya membantu tubuh untuk meningkatkan respons kekebalan- yang termasuk menciptakan antibodi -untuk melawan virus corona.

Sebelumnya Inggris menjadi tempat penularan strain B117 yang memiliki tingkat penularan lebih masif dibandingkan virus corona biasa. Hal ini memaksa beberapa negara untuk memutus akses transportasinya dengan negeri Ratu Elizabeth itu. Saat ini Inggris memiliki 4 juta kasus virus corona dengan 117 ribu kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading