PLTS Bakal Jadi Raja Energi Dunia, Simak Faktanya

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
16 February 2021 14:23
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (CNBC Indonesia/ Andrean Krtistianto) Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (CNBC Indonesia/ Andrean Krtistianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke depan bakal menjadi raja dalam bauran energi baru terbarukan (EBT) dibandingkan pembangkit lainnya di dunia. Hal ini dikarenakan sifatnya yang modular, kapasitasnya cukup besar, lebih mudah diakses, dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pemasangannya.

Direktur Eksekutif Institute For Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, pengembangan PLTS sangat pesat dalam kurun waktu 1 dekade terakhir. Sampai saat ini kapasitas PLTS terpasang di dunia mencapai 627 Giga Watt (GW) dan selama 2020 bertambah 107 GW.

Bahkan, Badan Energi Internasional (International Energy Agency/ IEA) sampai menyebut bahwa energi surya adalah raja baru dalam penyediaan tenaga listrik, menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

"Jadi, PLTS ini tumbuh pesat 10 tahun terakhir. IEA mengatakan 'solar is a new king', dalam penyediaan tenaga listrik gantikan PLTU," tuturnya dalam acara 'Central Java Solar Day 2021', Selasa (16/02/2021).

Selain itu, imbuhnya, IEA juga memperkirakan dalam kurun waktu empat sampai lima tahun ke depan PLTS akan tumbuh sekitar 130-170 GW per tahunnya. Sementara Indonesia punya potensi energi surya yang cukup besar yakni 200 GW lebih. Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi surya di Indonesia mencapai 207,8 GW.

"IESR tunjukkan potensi teknis energi surya atau PLTS (di Indonesia) bisa sampai 9.000 Giga Watt-peak (GWp) dengan potensi pembangkit capai 13.000 Tera Watt-hours (TWh) per peak," tuturnya.

Seperti diketahui pemerintah memiliki target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025 mendatang. Namun sampai dengan 2020 baru tercapai separuhnya yakni 11,5% dari target.

Melihat Produksi PLTS Dunia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading