Internasional

Parah! Israel Blokir Vaksin untuk Nakes Palestina di Gaza

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 February 2021 09:25
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berhenti saat pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Yerusalem, Kamis, (19/11/2020). (AP Photo / Maya Alleruzzo, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Palestina mengecam keras Israel, Senin (15/2/2021). Ini terjadi pasca Negeri Yahudi menolak izin 2.000 dosis vaksin virus corona untuk petugas medis di jalur Gaza.

Kementerian Palestina, yang berbasis di Tepi Barat, sebelumnya hendak mengirimkan vaksin Rusia Sputnik V ke wilayah yang diisolasi Israek tersebut. Tepi Barat dan Gaza merupakan dua wlayah Palestina yang dipisahkan pendudukan Israel.


"Israel memiliki tanggung jawab atas tindakan sewenang-wenang ini," kata Menteri Mai al-Kiala dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Selasa (16/2/2021).

Palestina kini tengah berkoordinasi dengan organisasi internasional untuk mengatur pengiriman secepat mungkin. Berbeda dengan Tepi Barat yang dikuasai Otoritas Palestina (PA), Gaza dikuasai Hamas.

Sementara itu GOGAT, otoritas Israel yang mengatur urusan sipil wilayah Palestina yang diduduki, memang membernarkan izin transfer 1.000 vaksin ke Gaza. Namun permintaan, kata mereka, menunggu keputusan politik.

Sumber AFP menyebut COGAT tak memiliki kewenangan. Keputusan politik lebih dominan, terutama antara Israel dan Hamas.

Di hari yang sama, PA mengatakan telah menunda peluncuran kampanye vaksinasi di Tepi Barat karena penundaan pengiriman. "Ada penundaan dalam kedatangan vaksin," kata Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh.

PA sebelumnya mengharapkan sekitar dua juta dosis vaksin datang. Mereka ikut dalam program Covax yang didukung PBB, untuk membantu negara-negara miskin mendapatkan vaksin.

Israel adalah negara yang melakukan kampanye vaksinasi corona tercepat di dunia. Sejumlah negara global telah meminta Israel berbagi vaksin dengan Palestina, baik Tepi Barat maupun Gaza.

Di Tepi Barat ada 115.000 kasus corona dengan 1.400 kematian. Sedangkan di Gaza, ada 53.600 kasus dengan 537 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading