Bakal Beli Jet Tempur Rafale? Prancis Serius Dekati Prabowo

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 February 2021 11:40
Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hedrayudha didampingi Dirtekindhan Laksma TNI Sri Yanto, S.T. menerima kunjungan dari Tim Dassault Perancis, Kamis (11/2/2021). (Tangkapan layar ditjenpothan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pekan ini mendapatkan kunjungan dari perusahaan aviasi Prancis, Dassault Aviation. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka akuisisi pesawat Tempur Multi Role Rafale yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Dalam akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemenhan, disebutkan kunjungan yang dilakukan Kamis (11/2/2021) ini membahas kerja sama antara Kemenhan dengan Dassault Aviation sekaligus perkenalan dengan perusahaan dirgantara Prancis yang membuat pesawat militer, jet regional, jet bisnis, dan pesawat jet.


[Gambas:Instagram]

Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hedrayudha mengharapkan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Prancis ini banyak memberi manfaat bagi kedua belah pihak, serta dapat memajukan industri pertahanan Indonesia.

"Semua pihak berharap pembahasan Offset pengadaan pesawat Rafale ini berjalan dalam suasana penuh kekeluargaan dan memberikan kemajuan di kedua pihak, serta segera dapat diwujudkan," tulis akun @ditjenpohan.

Adapun pertemuan ini dihadiri oleh Dadang didampingi oleh Dirtekindhan Laksma TNI Sri Yanto. Sementara dari pihak Dassault Aviation diwakili oleh Vice President Business Development Jean Claude Piccirillo dan Vice President Offset Dassault Michael Paskoff.

Indonesia memang sebelumnya dikabarkan akan membeli 48 unit jet Rafale. Negosiasi pembelian disebut berjalan amat baik, sebagaimana dikutip Defense World.net mengutip media Prancis, La Tribune.

Sumber dari media tersebut mengatakan ketertarikan dengan pesawat ini ditunjukkan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke negara tersebut pada 21 Oktober 2020.

"Dan Indonesia ingin pergi dengan sangat cepat dan bahkan menginginkan kesepakatan sebelum akhir tahun, sementara negosiator Prancis ingin meluangkan sedikit waktu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan cara yang cermat," tulis media tersebut.

Dialog strategis pun sudah dimulai. Kedua negara dipastikan akan segera menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pertahanan.

Rafale sudah diborong Yunani dan memiliki kontrak dengan India, Mesir dan Qatar. Indonesia kabarnya, melakukan pembicaraan untuk membeli sejumlah alat pertahanan Prancis, bukan hanya Rafale, tapi juga Gowind Corvettes, dan kapal selam Scorpene sejak Januari 2020.

Dalam artikel yang ditulis Wall Street Journal, Rafale memang merupakan salah satu pesawat tempur yang paling canggih saat ini. Pesawat itu mampu terbang dengan kecepatan mach 1,8 dan menjangkau 1.941 mil area terbang.

Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hedrayudha didampingi Dirtekindhan Laksma TNI Sri Yanto, S.T. menerima kunjungan dari Tim Dassault Perancis, Kamis (11/2/2021). (Tangkapan layar ditjenpothan)Foto: Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hedrayudha didampingi Dirtekindhan Laksma TNI Sri Yanto, S.T. menerima kunjungan dari Tim Dassault Perancis, Kamis (11/2/2021). (Tangkapan layar ditjenpothan)
Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hedrayudha didampingi Dirtekindhan Laksma TNI Sri Yanto, S.T. menerima kunjungan dari Tim Dassault Perancis, Kamis (11/2/2021). (Tangkapan layar ditjenpothan)

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading