Gegara Komponen Ini, Produksi Mobil Honda-Nissan Dipangkas!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
09 February 2021 21:15
HONDA WR-V

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa otomotif asal Jepang, Honda dan Nissan, akan menjual lebih sedikit 250.000 mobil pada tahun 2021 karena kekurangan pasokan global komponen chip semikonduktor.

Melansir Reuters, kedua pembuat mobil ini membuat pengumuman karena mereka mengungkapkan pandangan yang lebih cerah untuk tahun keuangan yang berakhir Maret 2021 karena pasar mobil, yang dipimpin oleh China, pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh virus corona. Honda dan Nissan juga melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal Oktober-Desember 2021.

Namun Honda memangkas target penjualan 100.000 kendaraan, atau 2,2%, menjadi 4,5 juta unit , sementara Nissan menurunkan targetnya sebanyak 150.000 kendaraan, atau 3,6%, menjadi 4,015 juta unit. Kekurangan chip memaksa kedua perusahaan untuk membatasi produksi.


Honda mengatakan saat ini sedang menyusun rencana produksi chip yang dapat mengoptimalkan produksi mobil. Mereka mengaku kekurangan chip ini sangat memukul bisnis perusahaan berlogo huruf H itu

"Model populer yang laku keras terpukul oleh kekurangan semikonduktor," kata Seiji Kuraishi, Chief Operating Officer Honda dalam jumpa pers online.

"Kami perlu bertukar dan menyesuaikan rencana produksi. Tapi itu belum cukup," tambahnya.

Sementara itu Nissan juga mengungkapkan hal yang sama. Saat ini perusahaan yang bermarkas di Yokohama itu juga berusaha meminimalisir dampak dari kekurangan chip ini.

"Kami mengurangi dampak jika kekurangan semikonduktor dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan dampak negatif," kata Chief Executive Nissan Makoto Uchida dalam jumpa pers di media.

Pasar mobil China tumbuh sebesar 6,4% pada bulan Desember karena terus memimpin pemulihan industri dari pandemi Covid-19. Hal ini banyak membantu perusahaan otomotif untuk lebih berkembang lagi. Salah satunya adalah Nissan.

Nissan, yang menarik diri dari ekspansi global yang dilakukan oleh pimpinan kontroversialnya Carlos Ghosn, memangkas perkiraan kerugian operasinya lebih dari sepertiga dibantu oleh penjualan China dan pemotongan biaya.

Saat ini Nissan memperkirakan kerugian operasi 205 miliar yen (Rp 28 triliun) hingga akhir kuartal pertama 2021. Hal ini lebih kecil dibandingkan dengan prediksi kerugian 340 miliar yen (Rp 42 triliun) sebelumnya.

Tak hanya Nissan, Honda, yang juga diuntungkan dari rebound permintaan di China dan di tempat lain, memperkirakan laba perusahaan akan tercetak sebesar 520 miliar yen (Rp 57 triliun), naik dari prediksi tiga bulan lalu yang hanya sebesar 420 miliar yen (Rp 56 triliun)


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading