Pertamina Targetkan 45% LPG Diganti DME di 2030

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 February 2021 17:18
Distribusi LPG 3 Kg . (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menargetkan sebesar 45% kebutuhan liquefied petroleum gas (LPG) bisa digantikan dengan Dimethyl Ether (DME) pada 2030 mendatang.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, substitusi LPG ke DME ini sebagai salah satu upaya perseroan untuk menekan impor LPG. DME merupakan produk dari hasil konversi batu bara kalori rendah melalui metode gasifikasi.

Nicke menjelaskan, di dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pada 2030 kebutuhan LPG diperkirakan akan naik menjadi 10 juta metrik ton (MT) dari saat ini sekitar 7,5 juta MT.


"2030, kebutuhan LPG bisa diganti dengan 45% DME, 30% dari produksi LPG di dalam negeri, 15% diganti dengan jargas (jaringan gas kota), dan 10% dengan kompor listrik," tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (09/02/2021).

Dia mengatakan, produksi LPG di kilang dalam negeri saat ini sekitar 900 ribu hingga 1 juta MT per tahun. Bila proyek peningkatan kapasitas kilang bahan bakar minyak (BBM) perseroan atau dikenal dengan nama proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) tuntas, maka produksi LPG dari dalam negeri bisa meningkat sebesar 2 juta MT per tahun, sehingga total produksi LPG di dalam negeri bisa mencapai 3 juta MT per tahun.

"Ini berarti, 30% dari kebutuhan LPG di 2030 bisa dari kemampuan produksi LPG dalam negeri," ujarnya.

Program lain untuk menekan impor LPG adalah melalui program jaringan gas kota di mana pemerintah menargetkan 30 juta sambungan pada 2030, yang akan berkontribusi pada penggantian LPG sebesar 15%. Kemudian, ada juga program kompor listrik untuk 1 juta rumah tangga yang akan berkontribusi sebesar 10%.

"Listrik terkait masalah keandalan, bukan hanya suplai. Keandalan kaitannya dengan transmisi, gardu induk. Hari ini Jawa-Sumatera interkoneksi akan mudah, tapi di Indonesia Timur dan Tengah dengan klaster kecil tidak bisa dengan interkoneksi besar," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading