PPKM Mikro Dimulai, Pengusaha Mal Hingga Hotel Happy!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
09 February 2021 10:23
Restoran yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri disambut positif oleh pengusaha mal dan restoran. Hal ini dikarenakan kelonggaran yang diberikan tersebut dianggap bahwa pemerintah mendengar aspirasi dari kalangan pelaku usaha.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan, ketentuan yang diatur dalam PPKM berbasis mikro lebih baik bagi pusat perbelanjaan karena pusat belanja dapat beroperasi sampai 21.00 dan kapasitas restoran untuk melayani makan ditempat dikembalikan menjadi 50%.

"Perpanjangan jam operasional diharapkan dapat mengembalikan tingkat kunjungan 30%-40% yang selama PPKM telah turun 20-30%," katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (8/2/2021).


Alphonsus melihat permasalahan selama ini adalah penegakan atas penerapan dan pemberlakuan protokol kesehatan lemah di level masyarakat. Sementara pusat belanja sudah mengikuti aturan pemerintah sedari aturan pembatasan dilakukan, dan terbukti belum menjadi klaster.

Pembatasan saat ini tidak efektif jika tidak disertai dengan penegakan untuk protokol kesehatan di level masyarakat di mana jumlah kasus positif meningkat dan kerap menembus level tertinggi harian.

"Dengan diberlakukannya PPKM Mikro, maka diharapkan selama ini yaitu penegakan protokol kesehatan dapat segera teratasi. Masyarakat juga harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan, konsisten," katanya.

Alphonsus menjelaskan puncak kedatangan mal pada malam hari yaitu pukul 19.00-20.00 dan siang hari pada pukul 12.00-14.00. Diperpanjangnya jam operasional sampai pukul 21.00, diharapkan pusat belanja kembali mendapat peak hour kunjungan.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, juga menyambut positif aturan ini. Tapi dia berharap penerapan protokol kesehatan di level masyarakat semakin disiplin dan tegas.

"Harus diikuti karena penyebaran di masyarakat masih luas. Pengendalian mikro RT/RW juga harus dibantu untuk pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan. Karena bagaimanapun kita ini harus hidup keluar dari rumah untuk mencari penghidupan dan dibantu terutama di cluster kerumunan itu cukup banyak," katanya dalam program Profit CNBC Indonesia, Senin (8/2/2021).

Ia melihat hingga saat ini sudah 1.023 restoran yang ditutup total sampai September lalu dan terus bertambah. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi perhotelan dan restoran ini sangat sulit. Oleh karena itu, tak ayal penutupan itu menjadi langkah alternatif akhir untuk bertahan di masa pandemi demi meminimalisir kerugian.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading