Mengintip 'Setoran' RI di Bank Dunia Hingga IMF

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
08 February 2021 17:38
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk., Istana Negara, 1 Februari 2021. (Tangkapan Layar Youtube Bank Syariah Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia memiliki saham di berbagai Lembaga Keuangan Internasional. Di antaranya adalah Bank Dunia hingga Dana Moneter Internasional (IMF).

Hal tersebut dikemukakan Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja bersama Komisi XI, DPR RI tentang hasil pendalaman pembiayaan investasi PMN tahun 2021 secara virtual.

Menurutnya, investasi permanen pemerintah selama 2010-2019 mencapai Rp 2.397,25 triliun. Ini terdiri dari penanaman modal di berbagai entitas BUMN hingga Lembaga Keuangan Internasional.


"Sebab Indonesia punya saham di ADB, AIIB dan WB dan kemudian berbagai lembaga kaya di IMF," ujarnya, Senin (8/2/2021).

Meski demikian, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tidak merinci berapa besaran saham pemerintah di masing-masing lembaga keuangan tersebut.

Khusus di IMF, saat ini sahamnya sudah tidak lagi dimiliki oleh pemerintah. Pasalnya, dana tersebut telah dialihkan ke Bank Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) 97/2015.

"Sejak di tahun 2015 itu kepemilikan pemerintah saham di IMF di pegang BI," kata dia.

Pengalihan pencatatan IMF membuat investasi permanen pemerintah ke Lembaga Keuangan Internasional ini tercatat Rp 22,6 triliun di 2019 dari sebelumnya Rp 34,63 triliun di 2010.

Adapun pengalihan pencatatan IMF kepada BI sebesar Rp 37,4 triliun. Kemudian ada juga selisih kurs Rp 9,88 triliun serta Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 15,49 triliun.

HALAMAN SELANJUTNYA >>>> BESARAN SUNTIKAN MODAL PEMERINTAH KE BUMN

Besaran Suntikan Modal Pemerintah ke BUMN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading