Awal 2021, Penjualan Mobil Ambrol 15%!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
04 February 2021 12:18
Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum di kirimkan ke pelanggan di Dealer Honda Sawangan, Depok, Jawa Barat (17/9/2020). Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemulihan ekonomi yang digadang-gadang terjadi pada 2021 belum terlihat jelas. Sejauh ini ekonomi dunia masih rapuh karena dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) belum mereda.

Mengutip data MarkLines di 20 negara, penjualan mobil pada Januari 2021 sebagian besar masih terkontraksi (tumbuh negatif). Median pertumbuhannya ada di -14,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan sepanjang 2020 memang ada perbaikan. Namun perbaikannya sangat minim.


Penjualan mobil adalah salah satu indikator penting untuk mengetahui kekuatan daya beli masyarakat. Sebab, mobil adalah kebutuhan tersier yang bisa ditunda. Jika penjualan mobil meningkat, maka berarti daya beil masyarakat kuat karena ada ruang untuk membeli barang tersier yang kurang penting.

Jadi untuk saat ini bisa disimpulkan bahwa daya beli masyarakat belum pulih seperti masa pra-pandemi. Maklum, roda ekonomi belum berputar normal sehingga penciptaan lapangan kerja masih terbatas. Ketidakpastian soal penghasilan membuat masyarakat memilih menahan diri membeli kebutuhan tersier, lebih baik mengamankan perut dulu.

Di Indonesia, penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada Desember 2020 tumbuh -24,4% YoY. KKB tumbuh negatif dalam sembilan bulan beruntun.

Tenang, Ini Baru Awalan!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading