Investasi Pertamina Naik 2x Lipat di 2021 Jadi Rp 150 T!

News - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
04 February 2021 10:13
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menargetkan investasi pada 2021 naik dua kali lipat dibandingkan 2020 menjadi US$ 10,7 miliar atau sekitar Rp 149,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) dari US$ 5,2 miliar atau sekitar Rp 72,8 triliun pada 2020 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam acara "Energy Outlook 2021: Bedah Nasib Sektor Energi di Tengah Ketidakpastian" di CNBC Indonesia, Kamis (04/02/2021).

"Tahun 2020 investasi ada US$ 5,2 miliar dan 2021 akan meningkat dua kali lipat menjadi US$ 10,7 miliar yang sebagian besar di sektor hulu," ungkapnya dalam acara "Energy Outlook 2021: Bedah Nasib Sektor Energi di Tengah Ketidakpastian" di CNBC Indonesia, Kamis (04/02/2021).


Dia mengatakan, peningkatan investasi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya perseroan untuk meningkatkan produksi dan cadangan minyak dan gas bumi, sehingga pada akhirnya bisa berdampak pada pengurangan impor minyak nasional.

Pada 2020 perseroan berhasil melakukan survei seismik terbesar dalam 10 tahun terakhir yakni sepanjang 31 ribu kilo meter (km). Akibatnya, perseroan mendapatkan potensi cadangan 144 juta oil equivalent (setara minyak). Tahun ini ditargetkan mendapatkan 700 juta setara minyak. Untuk mencapai target ini, perseroan akan melakukan survei seismik di 33 cekungan.

"Kita juga ada akuisisi sumur-sumur yang sudah berproduksi, baik dalam dan luar negeri untuk menambah cadangan hulu," tuturnya.

Dalam tujuh hingga sembilan tahun ke depan, perseroan akan meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi (Reserve to Production ratio).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading