Hotel-Hotel Dijual Obral, Ada yang Banting Harga Kamar!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
03 February 2021 12:55
Hotel Begreno

Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir setahun menghadapi pandemi Covid-19 membuat hotel dan restoran makin sekarat. Pasalnya, okupansi hotel kian menurun seiring penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Demi bisa bertahan, tidak sedikit hotel yang membanting harga, bahkan hotel papan atas pun melakukan obral tarif. Ada juga yang tak kuat bertahan, sehingga jual aset diobral.

"Sekarang harganya murah. Bayangin saja tarif hotel biasanya Rp 350 ribu sekarang Rp. 100 ribu juga dijual. Hotel bintang 5 dulu Rp 2 juta lebih, sekarang Rp 500 ribu, Rp 600 ribu, Rp 800 ribu juga dijual," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar kepada CNBC Indonesia, Rabu (3/2/21).


Pengusaha hotel mau tidak mau melakukan perang harga karena segmentasi pasar kian menciut. Masyarakat kian hati-hati keluar rumah seiring penambahan kasus Covid-19 setiap harinya. Padahal, industri ini hidup dari adanya pergerakan manusia. Ketika masyarakat enggan bergerak, maka okupansi pun kian terancam.

Pada akhirnya, banyak hotel yang akhirnya memilih tutup, walau sebagian masih ada yang bertahan. Namun, Herman menolak jika menyebut bertahan dengan sisa uang yang ada. Pasalnya, pelaku usaha sudah keluar banyak biaya.

"Nggak ada sisanya, 11 bulan nombok terus semua hotel dan restoran nombok semua. Sekarang okupansi di bawah 10% dengan harga tarif sangat rendah. Karyawan kadang kerja sehari, sehari nggak. atau gaji 50%. Yang tutup banyak," sebutnya.

Akibat pasar yang kian mengecil dan kamar yang tersedia juga oversupply, akhirnya banyak yang memilih untuk tutup sekalian. Pasalnya, jika harus menanggung operasional sementara pemasukan tidak sebanding maka tetap rugi.

Setelah tutup, tidak sedikit yang memilih untuk menjual hotelnya, penurunan nilai harga pun tidak terelakkan. Misalnya, nilai atau harga jual sebuah hotel

"Banyak yang jual tapi cari pembeli juga ga gampang," sebut Herman.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading