Pakai Mobil Listrik, Biaya Isi Dayanya Seperlima dari BBM Lho

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
02 February 2021 10:15
Spklu tersedia, Pln uji coba mobil listrik jakarta-bali (Dok.PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil listrik diproyeksikan bakal menjadi tren di masa depan. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, namun juga biaya bahan bakar mobil listrik disebut jauh lebih murah daripada mobil berbasis bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, biaya operasional mobil listrik hanya seperlima dibandingkan mobil konvensional berbahan bakar minyak. Hal ini pernah dibuktikan melalui sebuah perjalanan dengan rute Jakarta-Bali.

Mobil berbasis BBM menghabiskan bensin jenis Pertamax sebesar Rp 1 juta rupiah. Namun dengan menggunakan mobil listrik, dengan jarak tempuh yang sama, hanya menghabiskan ongkos seperlima dari biaya kendaraan berbensin, yakni hanya sebesar Rp 200 ribu. Itu pun menurutnya biaya pengisian daya (charging) yang dilakukan belum termasuk adanya diskon.


"Titik utama tren mobil listrik di masa depan, pertama yang paling mendikte bagaimana operasional mobil listrik hanya seperlima dari mobil BBM. Ini kita kemarin coba ke Bali," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (01/02/2021).

Melihat kondisi objektif ini, Darmawan menyebut ke depan yang akan membuat orang beralih adalah masalah keekonomian.

"Artinya, keekonomian lah yang akan mendikte kenapa adanya transisi," tegasnya.

Selain masalah keekonomian, jika masyarakat terus menerus mengonsumsi BBM, maka artinya Indonesia akan terus terjebak pada impor. Pasalnya, imbuhnya, dari kebutuhan minyak mentah 1,3 juta barel per hari (bph), Indonesia hanya bisa memproduksi setengahnya yakni sekitar 700 ribu bph. Dengan demikian, selebihnya diperoleh melalui impor.

"Oleh karena itu, memang penggunaan mobil listrik itu transformasi dari energi berbasis impor ke domestik," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari sisi jumlah emisi, mobil listrik lebih ramah lingkungan. Konsumsi 1 liter bensin untuk menempuh jarak 10-11 km, emisi yang dikeluarkan mobil konvensional ini adalah 2,4 kg CO2. Sementara bila menggunakan mobil listrik, setiap 1 kWh listrik untuk menempuh jarak yang sama, hanya menghasilkan emisi sekitar 850 gram CO2.

"Artinya, emisi CO2 dikurangi lebih dari 50%, ini akan menjadi tren," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dorong Mobil Listrik, PLN Luncurkan Aplikasi Charge-In


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading