Bisnis BBM Akan Tergerus Mobil Listrik, Ini Jurus Pertamina

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 February 2021 17:23
Petugas mengisi BBM mobil di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) milik PT Pertamina di Jakarta, Selasa (28/8). Saat ini sebanyak 60 terminal BBM Pertamina telah menyalurkan biodiesel 20% atau B20 untuk PSO (Public Service Obligation/subsidi). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mengatakan sudah memitigasi dampak dari industri kendaraan listrik di masa depan terhadap bisnis kilang bahan bakar minyak (BBM) perseroan.

Heru Setiawan, CEO Subholding Power and New and Renewable Energy Pertamina, mengakui industri kendaraan listrik di masa mendatang bakal berdampak pada penurunan permintaan bahan bakar minyak nasional.


Oleh karena itu, agar bisnis kilang BBM perseroan tidak terdampak dan masih memiliki nilai keekonomian, pihaknya akan mengonversi kilang BBM menjadi petrokimia.

"Misi Pertamina melalui transisi energi agar bagaimana aset yang dimiliki Pertamina relevan dengan yang dimiliki EV (kendaraan listrik). Nanti demand BBM memang akan turun, oleh karena itu nanti sebagian kapasitas kilang BBM akan kita konversi menjadi petrokimia yang masih ada hubungannya dengan EV (kendaraan listrik)," tuturnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin (01/02/2021).

Dia menjelaskan, hubungan antara petrokimia dengan bisnis baterai dan kendaraan listrik ini antara lain berupa plat-plat baja yang berat kemungkinan akan diganti menjadi bahan baku plastik yang lebih ringan. Untuk menyuplai bahan baku plastik, yaitu berasal dari petrokimia.

"Untuk ganti-ganti plat baja yang berat bakal diganti ke plastik. Makanya, kita ubah ke petrokimia untuk bahan baku EV atau baterai juga," ujarnya.

Sementara terkait bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamina menurutnya juga telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) yang juga membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pertamina ke depannya juga akan menyediakan SPKLU di pom bensin perseroan.

"Nanti di SPBU akan di-combine dengan SPKLU," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga mengakui bahwa rencana pembangunan industri baterai kendaraan listrik di masa mendatang bakal berdampak pada bisnis bensin yang dilakukan PT Pertamina (Persero).

Menurutnya, hal ini dikarenakan tren ke depan masyarakat akan lebih memilih menggunakan mobil listrik karena faktor biayanya, terutama biaya pengisian daya listrik (charging) kendaraan listrik lebih murah dibandingkan biaya mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada mobil konvensional.

"Kita tahu EV battery akan berdampak pada bisnis Pertamina, seperti bensin karena pom bensin sendiri 20 tahun yang akan datang, ketika semua memakai mobil listrik yang harganya jauh lebih murah itu tentu orang banyak charging di rumah, tidak lagi di pom bensin," tuturnya kepada Komisi VI DPR RI, Rabu (20/01/2021).

Dia memperkirakan sebanyak 80% pengguna mobil konvensional bakal beralih ke mobil listrik, sehingga otomatis masyarakat bakal meninggalkan pengisian BBM di pom bensin.

"80% itu akan melakukan itu. Mau tidak mau pom bensin akan terdampak," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya meminta Pertamina maupun BUMN lainnya untuk membuat strategi jangka panjang agar bisa memitigasi dan mengantisipasi tren ke depannya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading