Arab Saudi Tak Lagi Kendalikan Pasar Minyak Global?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
27 January 2021 10:40
Arab Saudi

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi mengambil keputusan untuk memangkas produksi minyaknya, yang berdampak pada penurunan ekspor. Alhasil, pendapatan Arab Saudi dari minyak turut anjlok.

Apakah kondisi ini akan membuat Arab Saudi kehilangan kendali pada pasar global?

Berdasarkan opini dari Slav Irina, seorang penulis untuk Oilprice.com, Iran kini mulai meningkatkan produksinya menjadi lebih dari 2 juta barel per hari (bph) di saat Arab Saudi mengatakan akan memangkas tambahan 1 juta bph demi menjaga harga tetap stabil.


Dia menyebut, berdasarkan Badan Energi Internasional, prospek permintaan minyak masih akan tetap pesimis. Keputusan Arab Saudi memangkas produksi adalah pilihan yang tepat.

"Data terakhir, untuk November, menunjukkan bahwa ekspor Saudi turun lebih dari 25% menjadi sekitar US$ 15,5 miliar dari US$ 21,54 miliar tahun lalu. Ekspor minyak jauh lebih buruk, turun hampir 40% dari tahun sebelumnya di bulan November," ungkapnya, seperti dikutip dari Oil Price, Rabu (27/01/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak November prospek permintaan minyak sudah membaik. Ini berdampak baik pada harga dan tentunya anggaran Arab Saudi.

Sayangnya, saat Arab Saudi dan OPEC menekan produksi, produsen shale oil AS kemungkinan akan memanfaatkan momen ini untuk menggenjot produksi, sehingga merusak upaya kartel.

Namun untuk saat ini nampaknya pengeboran dilakukan dengan lebih hati-hati. Meski harga tinggi namun tidak ada yang bisa menerka berapa lama harga ini akan tetap bertahan, sehingga produksi masih dibatasi dan tidak terburu-buru menambah rig.

"Namun mungkin akan berubah dan tidak lama lagi. Awal bulan ini, Ketua IEA, Fatih Birol, mengatakan banyak minyak serpih (shale oil) yang menguntungkan dengan harga saat ini," jelasnya.

Saat ini Arab Saudi sedang berupaya mengatasi defisit yang semakin dalam. Di saat yang bersamaan, penggerak transisi hijau internasional berupaya membuat komoditas ekspor utamanya usang. Arab Saudi menghadapi potensi pengembalian penuh musuh bebuyutannya Iran di kancah minyak internasional.

"Satu-satunya hal masuk akal yang dapat dilakukan adalah tetap membatasi produksinya," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading