Internasional

Masih Kontraksi, Ekonomi Negeri Kpop Terburuk dalam 2 Dekade

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 January 2021 10:28
Korsel memberlakukan denda 10 ribu won bagi orang yang tidak mengenakan masker di tempat umum. (AP/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan (Korsel) mencatat pertumbuhan terburuknya dalam lebih dari dua dekade pada tahun 2020. Namun Negeri Ginseng ini diperkirakan akan menjadi salah satu negara Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dengan kinerja terbaik setelah pandemi Covid-19.

Menurut data bank sentral Bank of Korea pada Selasa (26/1/2021), produk domestik bruto Korsel berkontraksi 1,0% pada 2020 dari tahun sebelumnya. Data ini mengutip pengeluaran swasta dan ekspor yang lemah.


Kontraksi ini menandai pertumbuhan tahunan terburuk sejak 1998, ketika ekonomi Korsel menyusut 5,1% setelah krisis keuangan Asia. Meski begitu, Korsel diperkirakan akan menjadi salah satu negara dalam kelompok negara maju OECD yang paling tidak terpengaruh oleh pandemi pada tahun 2020.

Pada kuartal keempat tahun 2020, ekonomi Korsel, yang terbesar ke-12 di dunia, tumbuh 1,1% dari kuartal sebelumnya. Data ini menandai pertumbuhan kuartal kedua berturut-turut di tengah pandemi.

Bank sentral mengatakan ekspor meningkat 5,2% pada kuartal keempat dari tiga bulan sebelumnya, mengimbangi penurunan konsumsi swasta karena adanya aturan jarak sosial yang diperkuat dalam beberapa pekan terakhir.

Korsel telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari penurunan virus dan pada November 2020, bank sentral memperkirakan ekonomi akan tumbuh 3% pada 2021.

Negara ini sebagian besar telah menahan wabah virus corona dengan pengujian luas dan pelacakan kontak. Tetapi pihak berwenang memperketat aturan jarak sosial akhir tahun lalu setelah jumlah kasus mulai meningkat.

Korsel kini tercatat memiliki 75.875 kasus infeksi, dengan 1.371 kasus kematian, dan 64.793 pasien berhasil sembuh, menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading