Usai Vaksin kok Masih Bisa Terpapar Covid-19? Ini Kata Dokter

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
24 January 2021 09:45
Suasana Puskesmas Pesanggrahan di Jakarta, Kamis (7/1/2021). Jelang kedatangan Vaksin yang diperuntukan masyarakat disaat pandemi Covid19, sejumlah puskesmas seperti di pesanggrahan masih melakukan aktifitas normal seperti biasa, menerima kedatangan pasien, melakukan test swab. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Di sisi lain, berdasarkan timeline Pfizer - BioNTech, vaksin yang berbeda dari Sinovac China, disebutkan bahwa setelah dosis pertama disuntikkan, imunitas baru akan terbentuk pada hari ke 12. Kemudian hari ke 21 suntik dosis kedua vaksin. Lalu bisa dikatakan mencapai imunitas penuh pada hari ke-28 yang dibuktikan dari jumlah antibodi.

Makanya, setelah vaksin masih ada kemungkinan terinfeksi virus Covid-19.

Lebih lanjut, dr. Erlina BurhanĀ mengatakan bisa saja orang-orang tersebut sudah terinfeksi virus sebelum atau sedang dalam masa inkubasi saat menerima vaksin, sehingga dinyatakan positif usai divaksinasi.


Selain itu Erlina menjelaskan orang yang terkena covid usai mendapat kekebalan tubuh dari vaksin, maka gejalanya tidak akan parah.

"Memang resiko terjangkit Covid-19 ini akan tetap ada setelah diberikan vaksin, namun resiko akan lebih rendah. kalau pun terjangkit, gejala klinisnya juga ringan," katanya.

Contohya, pada 25 relawan uji klinis vaksin Sinovac di Bandung yang dinyatakan positif Covid-19. Dari 25 relawan tersebut, 7 di antaranya adalah penerima vaksin Corona, sementara 18 lainya disuntuk plasebo, bukan vaksin.

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin Corona, Prof. Kusnadi Rusmil mengatakan, 7 relawan penerima vaksin yang dinyatakan positif Covid-19 hanya mengalami gejala ringan.

"Dari yang 7 dapat vaksin itu semua ringan, kalau kita bagi level beratnya 1,2,3 dan 4. Nah, ini level 1 dan level 2, kebanyakan level 1, jadi nggak ada yang berat," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading