Internasional

Jack Ma Muncul Usai 'Hilang' 2 BuIan, Ini Cerita Lengkapnya!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 January 2021 14:55
Jack Ma. (Dok: Tangkapan layar Twitter Qingqing_Chen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jack Ma akhirnya menampakkan diri. Pendiri Alibaba Group tersebut muncul selama acara "Penghargaan Guru Pedesaan Jack Ma" melalui video meeting bersama dengan 100 guru pedesaan dari seluruh negeri.

"Kita akan bertemu lagi ketika epidemi (Covid-19) sudah berakhir!" katanya dalam acara tahunan yang diluncurkan oleh Jack Ma Foundation pada 2015 pada Rabu (20/1/2021), sebagaimana dilaporkan Tianmu News.


Secara terpisah, kemunculan Ma juga ditunjukkan media pemerintah Global Times. Salah satu reporter, Qingqing Chen mempublikaskan video Ma di Twitternya @qingqingparis.

Dalam video berdurasi 35 detik itu, Ma terlihat mengenakan baju lengan panjang warna biru tua, dengan berlatarkan sebuah lukisan abstrak. Dalam sambutannya, Ma mengatakan terpaksa melakukan acara penghargaan melalui video konferensi.

"Selama lima tahun terakhir, kami telah mengadakan upacara penghargaan di Sanya. Terima kasih guru, guru saya," kata Ma dalam video tersebut.

"Tahun ini, kami tidak dapat bertemu di Sanya karena 1.000 alasan. Tetapi kesepakatan kami tidak akan mengubah pandangan kami mengenai guru, dan kami tidak akan absen hari ini. Kami tetap bersama dengan 100 guru dan 2,9 juta guru perdesaan lainnya."

Jack Ma. (Dok: Tangkapan layar Twitter Qingqing_Chen)Foto: Jack Ma. (Dok: Tangkapan layar Twitter Qingqing_Chen)
Jack Ma. (Dok: Tangkapan layar Twitter Qingqing_Chen)

Ini merupakan kemunculan pertama konglomerat tersebut sejak Oktober 2020. Hilangnya Ma dari pandangan publik selama dua bulan terakhir memang memicu spekulasi tentang keberadaannya.


Hilang 2 Bulan


Ma bak hilang ditelan bumi setelah melontarkan komentar pedas ke sistem keuangan China. Ma secara terang-terangan mengkritik regulator sistem keuangan dan bank-bank pemerintah dalam sebuah diskusi publik di Shanghai.

Salah satu orang terkaya China itu menyerukan reformasi sistem keuangan yang "yang menahan inovasi bisnis" dan menyamakan peraturan perbankan yang diterapkan China saat ini sebagai "klub orang tua".

Ma juga mengatakan Bank China beroperasi dengan mentalitas "pegadaian", sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Tentu pidato itu membuat marah pemerintah China. Kritiknya itu dianggap menyerang otoritas Partai Komunis. Dampaknya adalah tindakan yang keras terhadap bisnis Fintech milik Alibaba, Ant Group.

Penghentian penawaran saham perdana (IPO) Ant Group senilai US$37 miliar atau setara Rp 518 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) menjadi keputusan pribadi Presiden Xi Jinping atas komentar Jack Ma. Informasi ini diungkap pejabat China yang identitasnya dirahasiakan kepada Wall Street Journal pada November 2020 lalu.

Menurut laporan tersebut, Xi Jinping telah memerintahkan regulator China untuk melakukan investigasi dan secara efektif menghentikan penawaran saham Ant Group.

Pemerintah China menghentikan IPO Ant Group dua hari sebelum pencatatan perdana saham di bursa saham Hong Kong dan bursa saham Shanghai. Keputusan ini dibuat setelah beberapa hari setelah Jack Ma mengkritik pengawas sektor keuangan dan bank negara.

Sebelum penghentian IPO Ant Group, Ma sempat dipanggil untuk melakukan pembicaraan oleh otoritas pengatur keuangan teratas China pada 2 November, tepat sebelum daftar ganda (dual listing) yang direncanakan Ant di Shanghai dan Hong Kong.

Selain menghentikan IPO Ant Group, pemanggilan Ma juga berbuntut kepada penyelidikan antitrust ke Alibaba, dan memanggil manajer Ant Group untuk pembicaraan peraturan kedua yang meminta fintech raksasa untuk memperbaiki bisnis utamanya.

Deputi gubernur bank sentral negara People's Bank of China (PBC) Chen Yulu, mengungkapkan Ant Group telah membentuk tim kerja rektifikasi. Saat itu, kata dia, perusahaan sedang merumuskan jangka waktu untuk merombak layanannya.

Beberapa jam setelah pernyataan PBC, Ant mengatakan akan membentuk tim kerja rektifikasi di bawah bimbingan regulator untuk menerapkan persyaratan wawancara, mengatur operasi dan pengembangan bisnis keuangan.

Dua hari sebelum wawancara, pengawas pasar utama negara itu mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan atas dugaan tindakan monopoli Alibaba. Termasuk memaksa pedagang untuk memilih satu platform di atas dua pesaing.

Keterlibatan Alibaba dalam antitrust menggemakan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat pengaturan nada tahunan pada 16-18 Desember 2020 lalu. Menempatkan penguatan peraturan anti-monopoli dan mencegah ekspansi modal yang tidak teratur di antara prioritas utama ekonomi.

Pada hari penyelidikan diumumkan dan lusa, surat kabar utama negara People's Daily memuat dua komentar yang banyak dibaca tentang kasus antitrust.

"Untuk platform ekonomi, penguatan pengawasan anti-monopoli tidak membawa 'musim dingin' bagi industri, melainkan sebuah titik awal baru untuk pembangunan yang lebih baik dan lebih sehat," kata komentar dalam media tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading