Longsor Sumedang, 40 Korban Meninggal Telah Ditemukan

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
19 January 2021 11:30
Rescuers search for victims at a village hit by Sunday's landslides in Sumedang, West Java, Indonesia, Monday, Jan. 11, 2021. Landslides triggered by heavy rain in the village left at a number of people died and injured, officials said. (AP Photo/Sorasoca)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim SAR gabungan longsor Sumedang berhasil menemukan seluruh korban meninggal dunia pada Senin (18/1).

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Senin (18/1) pukul 20.26 WIB, total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 40 jiwa.

Mengutip laman resmi BNPB, Selasa (19/1/2021) data ini sesuai dengan laporan warga yang kehilangan keluarga dan kerabatnya akibat kejadian longsor tersebut.


Selain itu Pusdalops juga mendata sebanyak 1.119 warga masih mengungsi di Lapangan Taman Burung dan mengungsi mandiri di tempat kerabat yang aman dari dampak longsor.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah menyatakan, dengan ditemukannya seluruh korban meninggal, operasi SAR pun dihentikan.

"Malam ini adalah pencarian terakhir dari penambahan waktu 3 hari, alhamdulillah di penambahan hari ke 10 ini seluruh korban berhasil ditemukan," ujarnya.

Meski begitu, penanganan darurat masih terus dilakukan berdasarkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor tanggal 9-29 Januari 2021 yang dikeluarkan oleh Bupati Sumedang.

Sebagai informasi, BNPB memberikan ribuan bibit pohon seperti pohon Sukun 500 buah, pohon Aren 500 buah, pohon Alpukat 350 buah, pohon Mahoni 1.500 buah dan Vetiver 5.000 guna dijadikan sebagai pencegahan dengan menanam pohon yang memiliki akar kuat, bermanfaat untuk mencegah terjadinya longsor dikemudian hari.

Longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (9/1),. Longsor terjadi dua kali, pertama pukul 16.00 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading