Gara-Gara Truk Obesitas, Negara Rugi Rp 43 Triliun

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
18 January 2021 20:47
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) akan terus melakukan operasi atas
kendaraan bermuatan lebih yang masuk kedalam kategori Over Dimension dan Over Load
(ODOL).

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kerugian negara akibat transportasi kendaraan over dimension over loading (ODOL) mencapai Rp 43 triliun. Kendaraan truk yang melebihi kapasitas ini menyebabkan kerusakan infrastruktur.

"Kerugian negara berdasarkan data Kemen PUPR yg sdh mencapai Rp 43 Triliun, kecelakaan angkutan barang meningkat termasuk korban jiwa, produktivitas kendaraan tdk maksimal krn kendaraan berjalan lebih lama, serta kemacetan akibat banyaknya kendaraan angkutan yg berjalan lama," Dari Akun twitter resmi Kemenhub @Kemenhub151 , Senin (18/1/2021).

Kendaraan ODOL adalah suatu kondisi dimana dimensi pengangkut kendaraan tidak sesuai dengan standar produksi pabrik dan kondisi kendaraan dimana mengangkut muatan yang melebihi batas beban yang ditetapkan.


"Jika terus dibiarkan, ODOL dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, dan Pelabuhan," tambahnya.

Makanya kemenhub ingin mewujudkan program 'bebas ODOL 2023'.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan masih menoleransi keberadaan kendaraan ODOL di jalan tol hingga 2022. Toleransi ini merupakan jalan tengah terkait program zero ODOL yang diprotes oleh beberapa asosiasi industri.

Kelima asosiasi yang meminta toleransi tersebut yakni, industri semen, baja, kaca lembaran, minuman ringan, keramik, dan kertas yang meminta kelonggaran hingga 2025.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading