MARKET DATA
INTERNASIONAL

Breaking! Brasil Akhirnya Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac

sef,  CNBC Indonesia
18 January 2021 06:31
Breaking! Brasil Akhirnya Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac
Foto: (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Brasil akhirnya menyetujui penggunaan darurat vaksin corona China Sinovac Biotech Ltd. Regulator kesehatan setempat, Anvisa memberi izin sekaligus ke vaksin lain asal Inggris dari produsen AstraZeneca, Minggu (17/1/2021) sore waktu setempat.

Sebelumnya, efikasi Sinovac di Brasil sempat membuat 'drama' pada penggunaan vaksin ini. Tingkat kemanjuran terakhirnya setelah uji coba ke 13.000 orang di negara itu, 50,4%.

Ini membuat Presiden Jair Bolsonaro, yang kerap mengeluarkan komentar skeptis soal virus corona, mengkritik kredibilitas vaksin. Namun ia sendiri tak memiliki wewenang untuk otorisasi vaksin di negeri tersebut.

Penggunaan Sinovac sendiri didukung penuh Gubernur Negara Bagian Sao Paulo, Joao Doria, yang merupakan lawan politik Bolsonaro. Ia mengawasi langsung pusat biomedis yang melakukan pengujian Butantan Institute.

Ia menilai keputusan Anvisa adalah kemenangan bagi sains di negara bagiannya. "Kemenangan untuk sains. Kemenangan seumur hidup. Kemenangan bagi Brasil," tulisnya di Twitter.

Melansir Reuters, beberapa menit setelah keputusan Anvisa, Monica Calazans, seorang perawat berusan 54 tahun d Sao Paulo menjadi orang pertama yang diinokulasi. Ia menerima suntukan vaksin Sinovac, CoronaVac.

Izin ini diharapkan bisa membuka jalan bagi upaya menekan pandemi di negeri itu yang kini memasuki gelombang kedua. Mengutip Wordlometer, ada 8,4 juta warga Brasil yang telah terinfeksi dengan 209 ribu keamtian, di mana angka kasus baru per kemarin mencapai 31.394 dengan kasus meninggal baru 497.

Sementara itu, pemerintah pusat Brasil telah mengumumkan akan melakukan vaksinasi minggu depan. Namun, pemerintah Bolsonaro menunggu pengiriman vaksin AstraZeneca untuk rencana ini.

Kementerian Kesehatan menyiapkan 2 juta dosis vaksin AstraZeneca dari pabrik India. Namun pejabat menyebut butuh berminggu-minggu untuk menyetujui ekspor.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Brasil Beri Restu Vaksin Sinovac


Most Popular
Features