Welcome Sinovac, 39 Juta Vaksin Corona Akan Mendarat di RI

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
09 December 2020 09:20
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020, langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung. (Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dalam beberapa waktu mendatang akan mendapatkan 39 juta dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaan asal China Sinovac. Pengiriman vaksin itu akan dilakukan bertahap dan mencakup beberapa model bentuk vaksin.

Pada  Minggu malam (6/12/2020), 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 gelombang pertama telah tiba di Bandara Soekarno Hatta dari China menggunakan moda pesawat Garuda Indonesia yang terbang langsung dari Beijing untuk menjemput vaksin tersebut. Vaksin itu dimasukkan ke ruang kargo pesawat dengan kemasan pendingin khusus.


Menteri Kesehatan Terawan Putranto mengatakan gelombang pertama vaksin Sinovac yang tiba di Indonesia diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang berada di garis depan melawan Covid-19. Vaksin ini akan diberikan secara gratis.

Namun vaksin-vaksin gelombang pertama tersebut belum bisa langsung disuntikkan karena menunggu izin edar yang akan dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan selain 1,2 juta vaksin Sinovac, bulan ini sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Sinovac jadi juga akan tiba di Indonesia. Secara total bulan ini Indonesia akan memiliki 3 juta vaksin Sinovac jadi.

Lalu pada awal tahun depan akan datang kembali 15 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang akan diproses oleh PT Bio Farma menjadi 12 juta dosis vaksin jadi. Sebulan kemudian akan tiba 30 juta bahan baku vaksin yang akan diproses menjadi 24 juta dosis vaksin jadi.

Selain dengan Sinovac, pemerintah juga melakukan kerja sama multilateral untuk mendatangkan vaksin bagi seluruh rakyat Indonesia. Di bawah kepemimpinan dan koordinasi kementerian kesehatan pemerintah sudah memberikan konfirmasi kepada GAVI, sebuah badan penyedia vaksin di bawah naungan World Health Organization (WHO), untuk mendapatkan vaksin sebesar 20% dari target populasi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading