RI Berambisi Hampir Setengah Juta Mobil Listrik di 2025

News - Ferry Sandi , CNBC Indonesia
14 January 2021 20:07
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas untuk pertama kalinya. Hari ini, Selasa (29/12) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi menyerahkan tiga unit mobil listrik kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil. Ketiga mobil tersebut adalah 2 unit IONIQ Electric dan 1 unit KONA Electric. (Dok: Istimewa) Foto: Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas untuk pertama kalinya. Hari ini, Selasa (29/12) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi menyerahkan tiga unit mobil listrik kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil. Ketiga mobil tersebut adalah 2 unit IONIQ Electric dan 1 unit KONA Electric. (Dok: Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memiliki target agresif agar populasi kendaraan bermotor listrik (KBL) bisa masif mengaspal di jalanan Indonesia. Setidaknya ditargetkan ada ratusan ribu unit kendaraan listrik yang bisa beroperasi di jalan.

"Road map di 2025 ditargetkan paling tidak 20% kendaraan mobil listrik. Kira-kira 5 hingga 10 tahun kita akan jadi pemain besar, jadi 5 tahun ke depan 20% nilainya cukup besar. Dari 2 juta targetnya kalau 20% ada sekitar 400 ribu mobil listrik beredar di Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, Kamis (14/1/21).

Demi mencapai target itu, pemerintah kian getol menarik investor luar negeri agar mau berinvestasi mobil listrik di Indonesia. Hingga saat ini setidaknya ada dua produsen yang konfirmasi bakal membangun pabrik di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah banyak.


"Pemerintah memudahkan manufacturing termasuk beri kesempatan paling nggak sebelum produksi (di Indonesia), kita beri trail pasar dulu 2 tahun diberi ppnbm (pajak penjualan atas barang mewah) 0%. Jadi CBU (kendaraan impor) dulu untuk tes market, mungkin sudah ada yang dijual di dalam negeri, nanti secara bertahap paling ngga harus membangun untuk di dalam negeri mobil-mobil yang dibutuhkan masyarakat. Dengan harapan segmen pasar disesuaikan pasar," sebutnya.

Setiap produsen bisa mengetes pasarnya dulu sejak awal sebelum membangun pabriknya secara resmi. Hal itu wajar, karena daya beli masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yakni income per kapita masih berada di kisaran $ 4000. Taufiek menjelaskan mengapai harga mobil listrik saat ini masih mahal.

"Shifting dari mobil ICE (internal combustion engine (ICE) ke hybrid itu ada penambahan biaya 20% dari sisi manufacturing. Dari ICE ke mobil listrik itu ada penambahan sekitar 60%. Jadi artinya sekarang masih terlihat mobil listrik agak sedikit mahal, ini yang harapan ke depan kita bahwa baterai listrik bisa dihasilkan di dalam negeri, sehingga mobilnya menjadi murah, ini diharapkan membuat kita jadi lebih berdaya saing," sebutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading