Terbengkalai, Mobil Dinas Kemsos Disulap Risma Jadi Ambulans

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
13 January 2021 17:58
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menceritakan rencana mengubah mobil dinas Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjadi ambulans.

Risma mengatakan, saat ini ada 10 mobil dinas Kemensos yang tidak terpakai. Rencananya ke-10 mobil tersebut akan disulap menjadi ambulans. Ambulans itu harus terparkir 24 jam di balai-balai yang ada seperti balai pendidikan, penelitian, dan penyuluhan sosial.

"Kami kebetulan tidak tahu darimana, ada beberapa mobil yang nggak dimanfaatkan di Kemensos akan kami ubah jadi ambulans dan mobil jenazah ini beberapa sudah kita mulai. Akan kita sebar di beberapa balai dan balai harus melayani 24 jam kalau ada kebutuhan, nanti kita siapkan dana operasionalnya untuk 24 jam," ujar Risma dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut, eks Wali Kota Surabaya itu, mengatakan balai-balai masyarakat yang ada saat ini, yang tidak terpakai akan dimanfaatkan lagi sebagai sarana pemberdayaan warga.



Dari catatan Kemensos, ada 41 balai yang tersebar di wilayah Indonesia. Selama ini balai-balai tersebut hanya digunakan sementara untuk proyek-proyek tertentu, yang biasanya hanya dipakai selama 6 bulan.

Risma mencontohkan balai itu bisa digunakan untuk pemberdayaan ternak lele, ternak telur, hingga lahan yang kosong di sekitar dimanfaatkan untuk ditanamkan sayur-mayur. Dengan begitu diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat miskin.

Balai yang akan diberdayakan terutama di kota-kota besar seperti Bekasi, Palembang, Makassar, Sulawesi Utara, hingga Papua.

"Ya pemulung tetap mulung sebelum mereka bisa bertransformasi, tapi dia mulung kemudian dia akan mendapat pendapatan lain. Selain bantuan itu akan mempercepat mereka untuk keluar dari garis kemiskinan," ujarnya.

"Itu yang akan kita gunakan untuk membuat semacam miniatur untuk pemberdayaan sehingga nanti mereka bisa disetop di situ, tidak harus bekerja di luar daerahnya," imbuhnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading