Pengusaha Menanti Bisa Vaksinasi Mandiri ke Karyawan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
13 January 2021 14:42
Presiden Joko Widodo menerima vaksinasi Covid-19 Perdana di Indonesia, 13 Januari 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr )

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi pandemi covid-19 yang sudah hampir satu tahun membuat pengusaha gerah. Pengusaha berharap program vaksinasi bisa dilakukan dengan cepat dengan cara melakukan vaksinasi mandiri terhadap karyawannya.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi mengatakan bila pemerintah membuka akses vaksinasi mandiri bagi pihak swasta ini akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Khususnya untuk pengusaha yang memiliki neraca keuangan baik dan mampu melakukan vaksinasi terhadap karyawannya.

"Saya rasa tidak keberatan jika perusahaan lakukan vaksin mandiri bagi yang mampu. Asalkan ada pertimbangkan ada pengusaha yang cashflow kurang baik, bisa dipertimbangkan untuk perusahaan itu meminta rekomendasi agar bisa disubsidi oleh pemerintah," katanya kepada CNBC Indonesia TV, Rabu (13/1/2021).


Salah satu opsi yang diusulkan kepada pemerintah adalah dengan subsidi dari BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini perusahaan masih punya kewajiban membayar pajak, BPJS kesehatan, dan ketenagakerjaan untuk karyawan.

Menurut Dewi, BPJS ketenagakerjaan itu bisa di 'switch-switch' pos -pos nya sehingga pengusaha yang bayar BPJS ketenagakerjaan bisa lakukan vaksinasi mandiri dengan bantuan pemerintah.

Dewi mengakui 60% masyarakat Indonesia adalah pekerja tentu ini menjadi PR yang berat untuk melakukan vaksinasi mandiri. Namun, dia meyakini sebagian perusahaan swasta yang memiliki keuangan baik akan melakukan vaksinasi untuk karyawannya.

Ia menambahkan, Harapan dari Kadin efektivitas vaksin bisa mencapai titik yang diinginkan. Sehingga jumlah orang yang terinfeksi semakin sedikit dan Indonesia Kembali dikategorikan aman. Serta pemerataan vaksin yang menyeluruh bukan hanya di DKI Jakarta, tapi wilayah zona merah lainnya.

"Harapannya PSBB juga sudah tidak ada lagi nanti, walaupun masih ada protokol kesehatan di kehidupan normal nanti," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading