Awas Panas, Israel Mulai Lagi Proyek Pemukiman di Tepi Barat

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
11 January 2021 20:53
A view of the West Bank Jewish settlement of Ma'ale Efrayim in the Jordan Valley, Tuesday, June 30, 2020. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu appears determined to carry out his pledge to begin annexing parts of the occupied West Bank, possibly as soon as Wednesday. (AP Photo/Oded Balilty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (11/1/2021) memerintahkan rencana membangun sekitar 800 rumah bagi pemukim Yahudi di wilayah Tepi Barat yang disengketakan dengan Palestina dilanjutkan.

Dikutip Reuters, sekitar 800 rumah akan dibangun di permukiman Beit El, Tal Menashe, Rehelim, Shavei Shomron, Barkan, Karnei Shomron dan Givat Zeev. Dalam pernyataan itu, ketujuh wilayah itu disebutkan secara alkitabiah dengan nama Yudea dan Samaria. Namun tidak tertera memberikan tanggal mulai konstruksi.

"Perdana menteri memerintahkan kemajuan pembangunan ratusan rumah di Yudea dan Samaria," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Netanyahu,


Pengumuman ini datang menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Biden yang berbeda dengan Trump memiliki sikap yang sedikit antipati dengan pergerakan Tel Aviv, terutama mengenai masalah pendudukan di wilayah Gaza dan Tepi Barat.

Di sisi lain warga Palestina telah mengutuk aktivitas pemukiman Israel di tanah yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967. Mereka merasa hal ini merupakan hambatan bagi pembentukan negara yang ingin mereka ciptakan di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang saat ini diduduki Israel.

Selain itu sebagian besar negara menganggap permukiman yang dibangun Israel di atas tanah yang diduduki sebagai ilegal. Israel selalu mengklaim bahwa mereka memiliki hubungan sejarah, politik dan religius dengan Tepi Barat dan lebih dari 440.000 pemukim Israel tinggal di sana saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading