Keyakinan Konsumen RI Membaik, Tapi Belum Yakin Betul Sih...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
11 January 2021 10:14
Pengunjung berbelanja di Matahari Store dikawasan Jakarta, Senin (30/11/2020). PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menutup 6 gerainya hingga akhir tahun ini. Jumlah gerai perusahaan ritel ini akan berkurang dari 153 toko menjadi 147 toko.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keyakinan konsumen Indonesia meningkat pada Desember 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun peningkatan itu belum membawa keyakinan konsumen ke zona optimistis.

Pada Senin (11/1/2021), Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Desember 2020 sebesar 96,5. Naik dibandingkan bulan bulan sebelumnya yang sebesar 92.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau masih di bawah 100, maka artinya konsumen belum sepenuhnya percaya diri mengarungi perekonomian saat ini dan beberapa bulan ke depan.


"Keyakinan konsumen yang membaik pada Desember 2020 didorong oleh menguatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. Persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini membaik didukung oleh aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama. Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan meningkat, utamanya terhadap ketersediaan lapangan kerja," sebut keterangan tertulis BI

Keyakinan konsumen, lanjut laporan BI, terpantau menguat pada seluruh kategori tingkat pengeluaran dan tingkat pendidikan. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 14 kota yang disurvei, dengan kenaikan tertinggi di kota Bandar Lampung, diikuti oleh DKI Jakarta dan Denpasar.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading