Banyak Komponen Sepeda Impor, RI Cuma Produksi Ban & Rangka

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 January 2021 16:40
Kawasaki luncurkan sepeda yang harganya lebih mahal dari Ninja ZX-25R. Foto: Kawasaki Motors Thailand

Jakarta, CNBC Indonesia -  Di masa pandemi tahun 2020 lalu, ada tren penjualan meningkat sekitar 2 kali lipat. Penjualan sepeda di Indonesia mencapai 6 juta unit/tahun.

Dengan potensi sebesar itu, untuk urusan sparepart atau komponen, ternyata Indonesia belum mampu memproduksinya sendiri. Selama ini, masyarakat Indonesia otomatis menggunakan sparepart dari impor.

Pabrikan besar seperti Polygon, United, Pacific belum memiliki pabrik yang khusus membuat spare part secara dominan. Memang ada yang diproduksi, namun masih sangat sedikit. Alhasil, demi memenuhi sebagian besar spare part, Indonesia masih harus tetap mengimpor produknya.


"Sepeda sebagian besar impor komponennya, yang bisa dari produk lokal ban dan frame. Yang lainnya masih impor," kata Ketua Forum Industri dan Pengusaha Sepeda Indonesia (FIPSINDO) Eko Wibowo kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/1/21).

Kedua komponen itu memang menjadi bagian utama dari sebuah sepeda. Namun, untuk komponen yang tergolong berukuran kecil, pabrikan belum berani untuk memproduksinya.

Pasalnya, ketika industri sepeda belum bergeliat seperti saat ini, permintaan spare part masih sangat minim. Alhasil, belum ada yang berani memproduksi spare part secara keseluruhan.

"Jari-jari aja masih impor, rantai aja masih impor karena belum ada yang bikin. Andai kata ada yang bikin, kalau nilai ekonomi belum besar harganya mahal, jadi tantangan kan," sebut Eko.

Padahal, masyarakat masih membutuhkan banyak komponen sepeda lain, mulai dari crank arm, handlebar hingga lever handle break control. Beragam komponen itu terus menjadi kebutuhan.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading