Titah Jokowi: Perhatikan Gas & Rem Covid-19 Usai Libur Nataru

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 January 2021 15:17
Menko Airlangga Resmi Buka Perdagangan BEI 2021 (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia -Peningkatan kasus penularan Covid-19 diperkirakan akan meningkat setelah adanya libur natal dan tahun baru (Nataru) 2021. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk memperhatikan gas dan rem penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian, sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/1/2021).

"Tentu dengan Natal dan Tahun baru, diprediksi ada kenaikan bagi mereka yang terkena Covid-19," jelas Airlangga.


Kendati demikian, pemerintah telah meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan untuk bisa merawat pasien Covid-19. Pemerintah juga telah menyiapkan beberapa strategi tambahan dengan menutup akses masuk bagi warga negara Asing yang hendak masuk ke Indonesia.

"Arahan Bapak Presiden, kebijakan rem dan gas harus diperhatikan, sebab akar persoalan ini adalah pandemi Covid-19 dan vaksinasi adalah game changer," kata Airlangga melanjutkan.

Vaksinasi, lanjut Airlangga untuk meningkatkan optimisme, rasa aman, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.

Dalam mencapai herd immunity, vaksinasi harus dilakukan kepada 70% penduduk Indonesia. Sebagai informasi, saat ini pemerintah telah menyediakan 3 juta dosis vaksin Sinovac dan telah hadir di Indonesia. Dengan dua kali kedatangan, yakni 1,2 juta dosis pada awal Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada akhir Desember 2020.

Airlangga berharap vaksinasi akan dimulai pada pertengahan bulan Januari ini, sambil menunggu mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Vaksin ini akan diberikan gratis untuk masyarakat dan diperkirakan vaksin akan berlanjut sampai dengan Kuartal I-2022," jelas Airlangga.

Untuk diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 masih meningkat hingga Minggu (3/1/2021). Dari data yang dibagikan Satgas Penanganan Covid-19, pada Minggu sore, terdapat 6.877 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Akumulasi kasus positif Covid-19 menjadi 765.350 orang sejak pengumuman pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Dari total kasus tersebut, pemerintah mencatat sebanyak 631.937 pasien telah dinyatakan sembuh. Pasien sembuh bertambah 6.419 orang jika dibandingkan dengan data pada Sabtu (2/1/2021).

Selain itu, pasien Covid-19 yang meninggal juga bertambah. Dalam 24 jam terakhir, terdapat 179 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan begitu, selama lebih dari 10 bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia, total pasien meninggal berjumlah 22.734 orang.

Masih tingginya risiko covid-19, Airlangga berharap masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat dengan menjalankan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Pemerintah juga akan terus meningkatkan 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading