Selain Murah Charging, Ini Sederet Keuntungan Mobil Listrik

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 January 2021 14:08
Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019) (CNBC Indoensia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus menggencarkan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), utamanya guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) yang semakin lama bisa semakin membebani anggaran negara.

Penggunaan kendaraan listrik pun dinilai memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbasis BBM.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menuturkan sejumlah keuntungan bila masyarakat menggunakan kendaraan listrik. Pertama, biaya pengisian daya (charging) kendaraan listrik ini akan lebih murah dibandingkan biaya mengisi bensin pada mobil konvensional.


Dia mengatakan, setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kilo Watt hour (kWh) listrik. Harga bensin per satu liter sekitar Rp 7.000-Rp 8.000, sementara tarif listrik per satu kWh hanya sekitar Rp 1.400-an. Ini berarti, menggunakan listrik lebih murah seperlimanya dibandingkan pemakaian satu liter bensin.

Jika mengacu pada hukum kekekalan energi, imbuhnya, penggunaan BBM dikatakan tidak efisien karena energinya lebih banyak diubah menjadi panas daripada kinetik. Kondisi yang berbeda jika menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik, di mana energinya lebih banyak diubah menjadi energi kinetik.

Dia mengelaborasi bahwa pemakaian satu liter BBM hanya bisa menempuh sekitar 10-12 km, di mana ongkos satu liter bensin sekitar Rp 8.000. Adapun jarak tempuh per liter bensin setara dengan konsumsi listrik sebesar 1,3 kWh, di mana harga listrik per kWh hanya sekitar Rp 1.400-an.

"Kalau 1,3 (kWh) ya sekitar Rp 1.800 lah atau Rp 1.700. Sejajar dengan satu liter bensin Pertamax atau katakan sekitar Rp 7000-8000, underlying hukum kekekalan energi," jelasnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (04/01/2021).

Bahkan, jika pengisian daya (charging) dilakukan pada pukul 10.00 malam sampai pagi hari, maka menurutnya pelanggan akan mendapatkan diskon 30%, sehingga harga listrik hanya sekitar Rp 1.000 per kWh.

"Artinya, kalau bayar listrik rumah tangga biasanya Rp 1.400-an per kwh, jika ngecas (kendaraan listrik) pada malam hari di rumah, bisa turun jadi sekitar Rp 1.000 per kwh," paparnya.

Bagi negara, lanjutnya, manfaat dari penggunaan kendaraan listrik adalah bisa menekan impor BBM. Pasalnya dari kebutuhan BBM nasional sebesar 1,5 juta barel per hari (bph), separuhnya masih dipenuhi oleh impor.

"BBM kan berbasis impor, maka perlu adanya pola pengalihan konsumsi energi dari yang berbasis impor ke energi domestik," tegasnya.

Selain dua benefit di atas, penggunaan kendaraan listrik menurutnya juga lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbasis BBM. Dia menjelaskan, emisi yang dikeluarkan oleh satu liter bensin mencapai 2,4 kg karbon dioksida. Itu sejajar dengan 1,3 kWh listrik yang emisinya menurutnya hanya separuhnya, yakni 1,2 kg CO2.

"Di tambah emisinya ada di pembangkit kami, yang kami sudah ada kendali terhadap lingkungannya. Emisi terhadap lingkungan berkurang 50%. Artinya, bahwa perubahan mobil BBM ke listrik itu dari sisi impor BBM juga jadi lebih murah dan juga ramah lingkungan," tuturnya.

Kondisi ini ke depannya menurutnya emisi akan menjadi lebih rendah lagi sejalan mulai beralihnya PLN ke pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi, surya, air dan bayu (angin).

"Ini separuhnya, apalagi ke depan kita mulai gunakan pembangkit panas bumi yang nol emisi CO2-nya, pembangkit energi surya juga nol, bayu juga nol, kemudian juga nanti ada PLTA, seperti ada di Cirata," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading