PLN: Charging Mobil Listrik Malam Hari, Dapat Diskon 30%!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 January 2021 11:02
Spklu tersedia, Pln uji coba mobil listrik jakarta-bali (Dok.PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mendorong transisi kendaraan dari yang mulanya berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi berbahan bakar listrik. Agar minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik meningkat, PT PLN (Persero) memberikan diskon sampai 30% untuk pengisian daya (charging) kendaraan listrik di rumah pada malam hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, PLN sangat antusias dalam menyambut era mobil listrik ini. Dia menyebut, infrastruktur yang dibutuhkan tidak hanya untuk pengisian daya umum, tapi juga di rumah.


"Nanti pembelian mobil akan ada alat charging-nya, bahkan kami akan sediakan bukan billing (tagihan)-nya jadi satu, tapi terpisah ada sub billing, kita gunakan internet of things, sehingga ada artificial intelligence. Khusus malam hari, di atas jam 10 malam sampai pagi, kami berikan diskon 30%," paparnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (04/01/2021).

Dengan diskon tersebut, maka tarif charging kendaraan listrik di rumah pada malam hari akan turun menjadi sekitar Rp 1.000 per kwh dari normalnya sekitar Rp 1.444 per kWh. Menurutnya, pembangkit PLN pada siang hari bekerja keras, namun pembangkit di malam hari terjadi penurunan beban sekitar 20% dari utilisasi di malam hari.

"Untuk itu, di malam hari kita berikan diskon," tegasnya.

Tahun ini dia menyebut akan ada penambahan 60 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Namun demikian, imbuhnya, jika berkaca pada Peraturan Menteri, maka yang bertugas membangun SPKLU ini tidak hanya PLN, namun juga Pertamina maupun pihak swasta.

"Sesuai dengan Permen, tidak hanya PLN saja yang menyediakan (stasiun pengisian) tapi juga Pertamina, nanti SPBU-nya juga akan berubah, dan juga bekerja sama dengan swasta juga," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain bisa dilakukan Pertamina, model bisnis ini bisa diterapkan juga di sektor perhotelan, restoran, dan lainnya. Nantinya penyedia infrastruktur tersebut memiliki margin, sehingga akan mendapatkan keuntungan juga.

"Ini pola bisnis baru, bukan hanya tugas PLN saja, tapi ini adalah energy security, rakyat semesta semuanya terlibat," tegasnya.

Pola konsumsi BBM di Indonesia, imbuhnya, masih banyak yang dipenuhi dengan impor. Demi menekan impor ini, maka PLN mengajak adanya perubahan pola konsumsi dari bahan bakar berbasis impor ke konsumsi energi domestik.

"Selain lebih murah tadi, elemennya juga lebih ramah lingkungan," paparnya.

PLN Tambah 60 Stasiun Pengisian Listrik di 2021(CNBC Indonesia TV)Foto: PLN Tambah 60 Stasiun Pengisian Listrik di 2021(CNBC Indonesia TV)
PLN Tambah 60 Stasiun Pengisian Listrik di 2021(CNBC Indonesia TV)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia telah siap menjadi pemain utama industri mobil listrik. Erick mengaku sudah memerintahkan PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta merubah strategi bisnisnya pascapandemi.

"Alhamdulillah, PLN sudah on-track dan sudah ikut dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan EV battery bekerja sama dengan perusahaan dari Korea dan China," ujarnya pada saat melakukan uji coba mobil listrik dan pengecekan kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station) di Bali, Sabtu (02/01/2021) sebagaimana dikutip dari situs Setkab.

Lebih lanjut Erick mengatakan pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat.

"Insya Allah, di bulan Februari ini, saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama ini," kata Erick.

Keyakinan Indonesia akan mampu menjadi pemain utama industri mobil listrik salah satunya didasari oleh sumber daya alam Indonesia yang mendukung. Sebagai salah satu negara dengan sumber daya nikel yang terbesar, kondisi ini mendukung Indonesia menjadi produsen utama baterai mobil tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading