Tabungan Orang Kaya RI di Bank Turun Jadi Rp 3.249 Triliun

News - Cantika Adinda, CNBC Indonesia
30 December 2020 10:47
Ilustrasi Dollar Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, pada November 2020 simpanan dengan tiering di atas Rp 5 miliar mengalami penurunan 0,7% atau Rp 22,96 triliun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Adapun nilai simpanan dengan tiering di atas Rp 5 miliar sampai dengan November 2020 tetap memiliki porsi terbanyak atau 48,5% dengan nilai Rp 3.249 triliun.

Kemudian, simpanan dengan tiering di bawah Rp 100 juta memilki porsi 13,9% atau sebesar Rp 929 triliun. Simpanan dengan tiering Rp 200 juta sampai dengan dibawah Rp 500 juta dengan porsi 8,9% atau sebesar Rp 595 triliun.

Kemudian simpanan dengan tiering Rp 2 miliar sampai dengan di bawah Rp 5 miliar memiliki porsi 8,7% atau senilai Rp 586 triliun. Disusul kemudian simpanan dengan tiering Rp 500 juta sampai dengan di bawah Rp 1 miliar memiliki porsi 7,7% atau Rp 516 triliun.

Sementara simpanan dengan nilai Rp 1 miliar sampai dengan di bawah Rp 2 miliar memiliki porsi 6,8% atau senilai Rp 455 triliun, dan simpanan dengan nilai Rp 100 juta sampai dengan di bawah Rp 200 juta memiliki porsi 5,5% atau senilai Rptri 371 triliun.



"Dari sini dapat disimpulkan bahwa penyebaran dana simpanan perbankan telah merata pada beberapa segmen khususnya nasabah yang memiliki saldo simpanan di bawah Rp 5 miliar," jelas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran resminya, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (30/12/2020).

Menurut Purbaya, pemerataan pola pertumbuhan simpanan tersebut adalah pertanda pulihnya konsumsi dan investasi masyarakat menjelang akhir tahun ini dan awal tahun depan seiring dengan rencana pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi pada awal tahun 2021.

Lebih lanjut, Purbaya juga mengatakan simpanan masyarakat pada 110 bank umum per November 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,15% secara bulanan (month to month/MoM) menjadi Rp 6.701 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 6.691 triliun.



Total nilai simpanan per November 2020 naik 10,91% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) akni sebesar Rp 6.042 triliun.

Sementara itu, jumlah rekening simpanan pada bulan November 2020 ini tumbuh 14,24% secara YoY menjadi 344.544.394 rekening dibandingkan bulan November tahun lalu. Kemudian apabila dibandingkan dengan Oktober 2020, jumlah rekening perbankan naik 4.337.427 atau 1,27% (MoM).

Purbaya juga mengatakan, menjelang akhir tahun, biasanya pada bulan November dan Desember terjadi pergesaran simpanan secara sementara dari bank-bank Buku 1 dan 2 ke bank-bank Buku 3 dan 4. Namun di Januari di tahun berikutnya simpanan tersebut akan kembali ke bank-bank Buku 1 dan 2.

"Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas perbankan semakin stabil. Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan likuiditas melalui kebijakan fiskal sejak semester kedua tahun 2020," ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading