Diskon PPnBM Mobil Baru

Jokowi Oke, Tapi Sri Mulyani Belum Restui Diskon Pajak Mobil!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 December 2020 08:10
Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum di kirimkan ke pelanggan di Dealer Honda Sawangan, Depok, Jawa Barat (17/9/2020). Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kandasnya wacana pajak 0% mobil baru beberapa waktu lalu dilanjutkan dengan usulan soal skema baru melalui diskon pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Kabarnya Presiden Jokowi sudah setuju dengan skema baru untuk merangsang pasar otomotif yang terpuruk, tapi lagi Menkeu Sri Mulyani belum memberikan lampu hijau karena masih dalam proses kajian.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita merupakan pihak mengusulkan diskon PPnBM untuk pembelian mobil baru. 

"Jadi ini memang suatu hal yang sudah kita usulkan dan saya sudah laporkan ke Bapak Presiden, dan secara prinsip beliau setuju," kata Agus dalam konferensi pers akhir tahun 2020 secara virtual, dikutip Rabu (30/12).


Agus menjelaskan, kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani itu belum memberikan lampu hijau atas usulan pemberian diskon pajak mobil baru.

"Jadi, kita memang masih belum mendapatkan green light dari Kementerian Keuangan," katanya.

Agus memahami bila Kementerian Keuangan belum memberikan restu atas relaksasi PPnBM tersebut.

"Ini wajar saja untuk mereka karena mereka merupakan bendahara negara yang tentu mereka punya penilaian sendiri, posisi sendiri, yang mereka kelola itu kan sebagai bendahara negara kan harus lebih komprehensif," katanya.

Ia menerangkan bahwa sektor industri otomotif sudah mulai tumbuh setelah ikut terkena hantaman pandemi Covid-19. Namun, dia tak menyebutkan angkanya.

Di sisi lain, meskipun industri otomotif mulai tumbuh, sektor tersebut menurutnya yang paling lambat untuk mencapai titik seperti sebelum pandemi Covid-19. Untuk itu perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah.

Industri turunan dari sektor otomotif, mulai dari yang skala besar hingga kecil sehingga harus betul-betul diproteksi secara serius.

"Ini salah satu sektor industri yang akan lebih lama mencapai titik normal dibandingkan ketika sebelum COVID-19 datang ke Indonesia, tapi terus akan kami kawal," tambahnya.

Padahal insentif ini memang sudah dinanti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Mereka memang berharap adanya insentif dari pemerintah terkait pajak penjualan barang mewah (PPnBM), setelah skema pajak 0 persen mobil baru juga ditolak oleh Sri Mulyani.

PPnBM selama ini dikenakan variatif, tapi paling rendah berlaku 10% untuk mobil seperti MPV, produsen berharap ada diskon PPnBM hanya 5% saja. Selama ini skema ini sudah berlaku untuk mobil LCGC yang dapat pembebasan PPnBM sampai 0%.

Namun, belakangan skema itu diubah, LCGC bakal tak lagi kena fasilitas pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).Mulai2021 LCGC akan kena PPnBM sebesar 3% dari sebelumnya 0%.

Ketua I GAIKINDO Jongkie D Sugiarto melihat perlu adanya stimulus lanjutan yang bisa langsung terkena pada harga jual mobil, karena daya beli masyarakat yang saat ini menurun.

"Kami usulkan yang melakukan kemenperin untuk sementara memberikan relaksasi tarif pajak PPnBM kita minta potongan 5% untuk mobil tertentu saja. khususnya mobil yang diproduksi dalam negeri kedua mobil Rp 250 juta ke bawah," kata Jongkie, Selasa (15/12).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading