Restrukturisasi Jiwasraya Jadi Solusi Paling Realistis

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
29 December 2020 15:35
Jiwasraya (CNBC Indonesia/Ranny Virginia Utami)

Jakarta, CNBC Indonesia - Likuidasi pernah menjadi salah satu opsi dalam menyelesaikan kasus yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pengamat Asuransi Toto Pranoto menilai proses likuidasi justru akan memakan waktu yang panjang. Sehingga pilihan restrukturisasi yang direncanakan saat ini dinilai menjadi langkah yang tepat.

"Karena sumber pengembalian investasi mereka hanya berdasar pada aset Jiwasraya yang tersisa dan jumlahnya relatif tidak besar, dan proses likuidasi ini juga bisa memakan waktu cukup panjang," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (28/12/2020).


"Saya kira opsi restrukturisasi yang ditawarkan pemerintah dalam konteks penyelesaian Jiwasraya menjadi pilihan terbaik dibanding opsi lainnya," imbuhnya.

Senada dengan Toto, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal Halim juga menilai restrukturisasi menjadi langkah tepat dibanding pilihan likuidasi. Setidaknya dua hal yang menjadi alasannya.

"Pertama, jaminan pemerintah ada. Kedua, kalau pemilik modal Kementerian BUMN, ngga akan ke mana-mana," katanya.

Restrukturisasi juga bisa mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat, meski dinilai berat dan butuh waktu. Namun, saat Menteri BUMN, Erick Thohir berbicara mengenai rencana apa yang akan dilakukan terhadap Jiwasraya, hal itu menjadi garansi bagi publik.

"Negara menjamin, dana nasabah yang terjamin. Pernyataan kuat untuk menanamkan kepercayaan ke publik. Dibanding perusahaan yang ngga tahu ke mana pemiliknya," katanya.

Ombudsman juga memberikan pernyataan terkait kasus Jiwasraya ini. Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih mengatakan, jangan hanya terpaku pada kebangkitan Jiwasraya.

"Nah ini menurut saya adalah juga yang harus dipikirkan kemudian bagaimana mengatasi mereka sesuai kondisi. Ini pasti panjang, yang penting orang ada kepastian. Itu yang harus dikeluarkan roadmap," katanya.

"Membuat orang percaya, tenang dan kepercayaan pulih. Kepercayaan penting, karena ujungnya ada upaya menarik dana lagi. Salah satunya misal corporate obligation, atau menerbitkan surat berharga menambah dana bagi Jiwasraya yang direstrukturisasi," ujarnya menambahkan.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading