Internasional

10 Bisnis Ritel Bangkrut Gegara Pandemi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 December 2020 15:29
Artist Shane Grammar paints a portrait of Martin Luther King Jr. on the sheets of plywood outside a boarded-up jewelry shop amid worries about potential demonstrations and violent responses to the general election on Monday, Nov. 2, 2020, in Los Angeles. (AP Photo/Jae C. Hong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri ritel di Amerika Serikat mengalami kebangkrutan sejak munculnya pandemi virus corona (Covid-19), tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Tahun ini, lebih dari tiga lusin retail, termasuk jaringan department store tertua, mengajukan kebangkrutan.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari David Berliner, kepala praktik restrukturisasi dan perputaran bisnis BDO. Ia memaparkan sekitar 60% pengecer yang mengajukan kebangkrutan pada 2020 hingga Agustus mencatatkan aset lebih dari US$ 100 juta, dibandingkan dengan 50% pengajuan selama periode yang sama pada 2019 dan 36% pada 2018.

"Besarnya kebangkrutan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Berliner, dikutip dari CNBC International, Senin (28/12/2020).

"Anda memperhatikan merek nasional dan waralaba terkemuka lainnya, yang memiliki ratusan toko, sekarang dilikuidasi atau melalui restrukturisasi untuk menyelamatkan apa yang mereka bisa."

Berikut deretan 10 ritel yang mengalami kebangkrutan terbesar tahun 2020, terdaftar berdasarkan ukuran aset dan kewajiban pada saat pengajuan mereka.

Daftar tersebut disusun menggunakan data dari pengajuan pengadilan, S&P Global Market Intelligence dan BDO.

Halaman 2>>

HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading