Catat! Ini Deretan Sanksi bagi yang Menolak Vaksinasi di DKI

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
26 December 2020 16:25
Five doses of the COVID-19 vaccine is held by Spc. Angel Laureano, Monday, Dec. 14, 2020, at the Walter Reed National Military Medical Center in Bethesda Md. (AP Photo/Manuel Balce Ceneta, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta telah menuangkan ketentuan berkaitan dengan program penanggulangan Covid-19 dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020.

Perda ini mencakup seluruh kegiatan mengenai pengentasan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta dan diteken oleh Gubernur Anies Baswedan pada 12 November 2020.

Salah satu hal yang dituangkan dalam perda tersebut adalah sanksi bagi orang-orang yang menolak untuk divaksinasi.


Sanksi tersebut tertulis dalam Pasal 30 Perda No 2 Tahun 2020 ini. Dalam Pasal tersebut, tertulis bahwa setiap orang yang menolak program vaksinasi atau pengobatan Covid-19 lainnya akan dikenakan denda sebesar Rp 5 juta.

"Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah)." Tulis pasal itu.

Tak hanya bagi yang menolak vaksinasi, denda juga berlaku untuk setiap orang yang menolak tes cepat molekuler atau PCR sebagaimana dituangkan pada Pasal 29.

"Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction atau Tes Cepat Molekuler, dan/ atau pemeriksaan penunjang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah)," tulis Pasal 29 Perda DKI No 2 Tahun 2020 itu.

Adapun Pasal 31 menyatakan, Ayat (1) "Setiap orang yang dengan sengaja tanpa izin membawa jenazah yang berstatus Probable atau Konfirmasi yang berada di fasilitas Kesehatan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000 (lima juta rupiah).

Ayat (2) "Setiap orang yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan ancaman dan/ atau kekerasan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah)."

Sementara itu, Pasal 32, menyebutkan "Setiap orang terkonfirmasi Covid-19 yang dengan sengaja meninggalkan fasilitas Isolasi atau fasilitas kesehatan tanpa izin petugas, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

DKI sejauh ini selalu bertengger di posisi teratas dalam penambahan kasus positif Covid-19. Per Jumat (25/12/2020) kemarin, angka kasus positif di Jakarta mencapai 171.871 kasus.

Angka ini adalah seperempat dari kasus Covid-19 nasional yang tercatat berjumlah 700 ribu lebih kasus.

Untuk perkembangan terbaru Sabtu ini (26/12), Kementerian Kesehatan mencatat jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (26/12/2020) bertambah 6.740 dalam sehari, menjadi total 706.837 orang.

Berdasarkan data tersebut, jumlah sembuh bertambah 6.389 orang sehingga menjadi 576.693, dan jumlah meninggal bertambah 147 orang menjadi 20.994 orang.

Jumlah penambahan harian terbesar dicatatkan DKI Jakarta mencapai 2.058 orang sehingga total menjadi 173.929 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading