Kacau! Netizen Heboh Kerumunan di Bandara Soetta, Kok Bisa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
21 December 2020 12:54
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (18/12/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi lalu lintas angkutan udara sebanyak 2,1 juta penumpang pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2021. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kerumunan calon penumpang terjadi di Bandara Soekarno Hatta tadi pagi, Senin (21/12/2020). Kerumunan ini diduga terkait ketentuan wajib tes antigen maupun PCR saat terbang.

Netizen yang kesal menumpahkan kekesalannya di media sosial. Pasalnya, selain kekhawatiran bakal menjadi klaster baru akibat penumpakan penumpang, juga sebal karena terganggu aktivitasnya, misalnya administrasi berbelit-belit hingga keterlambatan penerbangan.

Salah satu netizen yang menumpahkan kekesalannya di media sosial Twitter adalah @nadyaalfi. Ia menilai hal ini terjadi akibat ketidakjelasan regulasi yang ada.


"Ga bener banget ni antrian swab antigen terminal 2 soekarno hatta. Ga ada kejelasan prosedur daftar dan antrian. Numpuk, ga ada jarak, petugas bodo amat. Tolong @AngkasaPura_2 kasih alur pendaftaran dong di medsos jangan cuma harga harga di flyer," tulisnya.



Ia mengaku sudah tiba di bandara sejak pagi, yakni jam 6 kurang. Ia terpaksa harus mengantre untuk mengikuti prosedur rapid test. Namun setelah mengantre hampir 2 jam, belum ada kemajuan dari antrennya.

"Sekadar saran, kalau mau flight, pastikan (minimal) sudah rapid antigen dulu di luar bandara. Better swab/PCR," sebutnya.

Hal sama diutarakan oleh netizen dengan akun @johnferry9. Ia mengunggah foto yang menggambarkan terjadinya penumpukan parah akibat antrian.

"Antri rapid test di Bandara. Tidak ada petugas yg mengatur antrian. Terlalu."



Netizen dengan nama akun @Arni_Girsang mengaku sudah menjalani rapid test bersama keluarga. Namun, Ia kaget karena tiba-tiba ada kebijakan simpang siur tentang rapid test antigen. Sampai di bandara harus tes antigen, bila tak mengikuti maka tiket hangus.

"Awalnya syarat penerbangan, rapid test antibody. Sekarang peraturannya di ubah jadi rapid test antigen. Ini untuk memenuhi protokol kesehatan, atau mengeruk uang calon penumpang? @AngkasaPura_2 @Citilink ? Bisa refund aja ga sih? Harus ngeluarin uang 250rb lagi?"

Ia terlihat kesal karena aturan tersebut berubah secara mendadak pusat informasi atau call center Angkasa Pura ramai keluhan.

"Pak @jokowi , tolong kebijakan di masa pemerintahanmu itu, konsisten. Jangan planga-plongo. Kami sekeluarga (6 orang), harus tes 2x. Rapid antibody dan rapid antigen, mengeluarkan biaya 400rb/orang hanya karena informasi simpang siur. Cc: @AngkasaPura_2 @Citilink," tulisnya.

CNBC Indonesia coba menghubungi Direktur Utama Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin serta Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano, namun keduanya tidak merespons sambungan telepon dan pesan singkat.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading