Belum Ada Kejelasan Subsidi Gaji Rp 600 Ribu/Bulan Lanjut!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 December 2020 13:18
Menaker Ida Fauziah Saat Konferensi Pers Pengumuman Program Bantuan Subsidi Upah, 10 Agustus 2020. (BPMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan sudah dicarikan di tahun 2020 ini. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan bahwa belasan juta pekerja yang memenuhi syarat sudah mendapatkan BSU tersebut.

Bantuan ini sedikit banyak bisa membantu masyarakat dalam memulihkan daya belinya, karenanya banyak yang mempertanyakan kelanjutan bantuan ini di tahun depan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku masih menunggu keputusan ada atau tidaknya bantuan sejenis di tahun depan. Ada kemungkinan jalan, namun tidak menutup kemungkinan terhenti.


"Terkait kebijakan BSU di 2021 saat ini masih dalam tahap diskusi pembahasan di komite PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Kemenaker tentu sangat siap mendukung program yang sangat baik ini kembali muncul di tahun depan, dengan mempersiapkan desain kebijakannya bersama-sama," kata Ida dalam konferensi pers virtual Kupas Tuntas Program Bantuan Subsidi Upah, Rabu (16/12).

Ia memang tidak merinci kapan perkiraan keputusan tersebut bakal muncul ke publik. Namun, sembari menunggu kebijakan itu Kemenaker mulai mendiskusikan desain kebijakan BSU tahun depan berdasarkan pengalaman BSU di tahun 2020.

Di tahun ini, Kemenaker bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendistribusikan bantuannya. Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebut bahwa data yang digunakan berasal dari kepesertaan aktif per bulan Juli 2020.

"Data ini telah kita serahkan ke Kemenaker sebanyak 14,2 juta nomor rekening pekerja di akhir bulan September. Data tersebut tersebar di seluruh Indonesia ada 128 bank. Data tersebut sebelum kita serahkan kita lakukan validasi secara berlapis namun pada saat dilakukan transfer di termin I ada beberapa rekening yang bermasalah, tidak bisa ditransfer sehingga harus retur," jelas Agus.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading