RI Borong Jet Tempur AS

Mahathir Pernah Kecewa dengan F-18 yang Mau Diborong Prabowo

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
14 December 2020 12:08
jet tempur F-18. (Dok: Korps Marinir Amerika Serikat)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia patut waspada bila benar-benar ingin memboyong pesawat tempur F-15 dan F-18 asal Amerika Serikat (AS) masih sebatas persetujuan AS. Selain risiko ancaman embargo yang pernah terjadi pada jet tempur F-16 AS, Indonesia juga perlu waspada soal betapa AS mendikte negara lain yang membeli jet tempurnya.

Pengalaman pahit ini pernah diceritakan oleh mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad. Pada Mei 2020, Mahathir pernah blak-blakan Malaysia yang sempat mengaku bahwa pesawat tersebut F-18 bila akan digunakan perang maka harus dapat restu dari Washington, karena tak diberikan 'kode' sistem pada jet tempur.

Mengutip dari Militarywatchmagazine, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia pernah membuat pengakuan mengenai hal itu saat diwawancara oleh media Qatar Al Jazeera. PM tertua di dunia ini menyebut bahwa armada F-18 milik Malaysia hanya dapat digunakan dalam pameran terbang dan bukan untuk perang, kecuali ada izin dari Gedung Putih.


"Kami tidak dapat memprogram pesawat untuk serangan apapun terhadap negara lain tanpa menyelesaikan programnya oleh Amerika. Jadi meskipun pesawatnya sangat bagus, dari segi performa mesinnya sangat bertenaga, tapi kami tidak bisa memprogram pesawat itu sendiri. Anda harus merujuk ke AS untuk menempatkan program untuk serangan apapun di negara asing misalnya. Jadi pesawat kami mahal. Kami memilikinya. Kita bisa menerbangkannya di pertunjukan udara. Tapi kami tidak dapat menggunakannya untuk melawan negara lain karena kami tidak mendapatkan kode sumbernya," Ucap PM tertua di dunia ini dikutip Senin (14/12).

Selain itu Mahathir bahkan menyebut bahwa pesawat itu mungkin hanya boleh dioperasikan untuk menyerang musuh AS dan bukan musuh negara pemilik F-18 tersebut.

"Hanya dapat menggunakannya terhadap target yang ditetapkan oleh Amerika Serikat, bukan target yang ingin mereka (negara pembeli) capai sendiri," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berencana untuk mendatangkan beberapa jet tempur canggih untuk memperkuat kemampuan TNI Angkatan Udara (TNI AU). AS sudah setuju untuk menjual jet tempur F-15 dan F-18 ke Indonesia, sedangkan menolak penjualan F-35, jet tempur yang paling canggih ke Indonesia.

Sebelum kabar dari AS,  beberapa model pesawat tempur yang sempat direncanakan untuk dibeli Indonesia adalah Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, dan Sukhoi Su-35.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading